Dari Gadog hingga Rajamandala, menyusuri jalur selatan menuju Bandung

4 hours ago 3
Di kawasan tersebut terdapat posko dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat.

Bandung (ANTARA) -

Perjalanan mudik tidak selalu hanya soal sampai di tujuan. Bagi sebagian orang, perjalanan itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman yang penuh cerita.

Tim ANTARA berkesempatan menyusuri jalur selatan dari Jakarta menuju Bandung, seminggu sebelum Lebaran, untuk melihat langsung suasana perjalanan mudik sekaligus merasakan kembali nuansa perjalanan di jalur yang telah lama menjadi bagian dari cerita mudik sebagian masyarakat.

Perjalanan dimulai dari kantor sekitar pukul 05.30 WIB menggunakan kendaraan roda empat. Pagi itu langit Jakarta masih redup ketika kendaraan mulai memasuki Jalan Tol Jagorawi yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Bogor dan Puncak.

Di sepanjang ruas Tol Jagorawi, tersedia beberapa rest area yang dapat dimanfaatkan pengendara untuk beristirahat, seperti di KM 10, KM 34, dan KM 45. Dalam perjalanan ini, tim sempat berhenti di rest area KM 45 untuk sejenak beristirahat.

Rest area tersebut dilengkapi berbagai fasilitas yang lengkap bagi pemudik, mulai dari mushola, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), mini market, restoran, kedai kopi, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga toilet.

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju Simpang Gadog yang merupakan salah satu gerbang menuju kawasan Puncak.

Di kawasan tersebut, tim berhenti sekitar satu setengah jam untuk melakukan wawancara dengan jajaran Kepolisian Resor Bogor terkait pantauan arus lalu lintas pada hari kedua masa mudik Lebaran.

Selama perjalanan dari Jakarta hingga Simpang Gadog, kondisi lalu lintas terpantau cukup lengang sehingga perjalanan dapat ditempuh dengan relatif lancar.

Di Pos Terpadu Simpang Gadog, tim juga memanfaatkan sejumlah fasilitas yang disediakan bagi pemudik. Salah satunya layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di pos tersebut. Tim mencoba layanan pengecekan tekanan darah serta kadar gula darah sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain layanan kesehatan, pos terpadu itu juga dilengkapi berbagai fasilitas lain seperti SPKLU, bengkel gratis untuk kendaraan yang terkendala di perjalanan, kursi pijat bagi pengendara yang ingin melepas lelah, ruang laktasi, serta area tempat istirahat.

Menariknya, pos terpadu tersebut didesain dengan tema “Istana Aladdin”. Ornamen kubah, dekorasi khas Timur Tengah, serta ruang istirahat yang cukup luas membuat pos tersebut terasa lebih ramah bagi pemudik yang singgah.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Puncak melalui Jalan Raya Puncak–Cianjur yang dikenal dengan pemandangan pegunungan serta udara yang sejuk.

Sepanjang jalur tersebut, satu hal yang  mencuri perhatian adalah angkutan kota atau angkot yang melintas dengan warna berbeda di setiap daerah. Di wilayah Bogor, angkot berwarna hijau mendominasi jalanan. Memasuki wilayah Cianjur, warna kendaraan berubah menjadi biru muda. Perbedaan warna tersebut menjadi penanda khas transportasi lokal di Jawa Barat sekaligus memberi kesan bahwa perjalanan telah memasuki wilayah yang berbeda.

Rajamandala

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |