Danantara tekankan proyek hilirisasi yang di-groundbreaking rampung

3 hours ago 2
Kami itu selalu ingin memastikan bahwa apabila kita memulai groundbreaking, ini akan selesai. Kita tidak mau hanya groundbreaking tapi kemudian seperti dulu-dulu ada problem penyelesaiannya,

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menekankan proyek hilirisasi yang sudah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) terselesaikan, mengingat sudah melalui kajian yang komprehensif.

"Kami itu selalu ingin memastikan bahwa apabila kita memulai groundbreaking, ini akan selesai. Kita tidak mau hanya groundbreaking tapi kemudian seperti dulu-dulu ada problem penyelesaiannya," ucap Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani ditemui usai prosesi groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I yang dilakukan serentak dari Jakarta, Jumat.

Rosan menjelaskan, sebelum proyek dimulai, pihaknya melakukan pengumpulan informasi secara komprehensif, termasuk terkait teknologi yang akan digunakan, serta memastikan seluruh proses evaluasi telah dilakukan secara tepat dan proper.

Menurutnya, pihaknya tidak semata-mata mengejar percepatan untuk masuk ke fase groundbreaking berikutnya tanpa memastikan kesiapan proyek yang berjalan saat ini.

Baca juga: Danantara groundbreaking 6 proyek hilirisasi senilai 7 miliar dolar AS

"Kita tidak mengejar dari segi, oh minggu depan kita akan groundbreaking lagi, kami tidak seperti itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Danantara juga membuka peluang bagi pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam proyek-proyek hilirisasi yang tengah digarap.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan, terkait perkembangan proyek hilirisasi Dimethyl Ether (DME) tengah dilakukan kajian yang sangat detail, sehingga belum di-groundbreaking pada fase I.

Dony menjelaskan bahwa pemilihan teknologi akan sangat menentukan daya saing output yang dihasilkan.

Ia menekankan bahwa Danantara tidak ingin menghasilkan gasifikasi dari batu bara dengan tingkat daya saing rendah yang pada akhirnya tidak terserap oleh pasar.

Baca juga: CEO Danantara: 6 proyek hilirisasi 'groundbreaking' pada 6 Februari

Ia menyampaikan pula bahwa pengumuman terkait groundbreaking proyek DME direncanakan dalam waktu dekat.

"Insya Allah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam satu, dua bulan ini, mungkin satu bulan akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," ucapnya.

Adapun hari ini Danantara melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek hilirisasi fase I dari 18 proyek yang sedang dicanangkan.

Adapun ke-enam proyek hilirisasi fase I yang mulai di-groundbreaking oleh Danantara hari ini yakni:

Baca juga: Pemerintah bidik persiapan proyek hilirisasi kelapa rampung Desember

- Proyek hilirisasi bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara dengan total investasi 3 miliar dolar AS

- Proyek Bioetanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur yang memproduksi etanol 30 ribu kilo liter per tahun

- Proyek Biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah yang memproduksi avtur hingga 6.000 barel per day.

- Fasilitas Integrated Poultry di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat yang bisa menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam, 1 juta ton telur, dan menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru.

- Pabrik Garam dan Pabrik Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Gresik, Manyar, dan Sampang yang akan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380 ribu ton per tahun, sekaligus memperkuat swasembada garam.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |