Danantara-INA teken perjanjian investasi di proyek CA-EDC Chandra Asri

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Danantara Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan Chandra Asri Group menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) dalam rangka memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik dan meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.

Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani ketiga pihak, di mana Danantara Indonesia dan INA merupakan investor strategis dalam proyek tersebut.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan perjanjian itu menegaskan komitmen Danantara untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," ujar Pandu.

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA Eddy Porwanto mengatakan investasi itu mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.

Ia mengatakan kolaborasi itu bertujuan untuk membangun fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," ujar Eddy.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra berharap proyek CA-EDC tersebut dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi.

"Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3.000 pada masa konstruksi, dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya," ujar Erwin.

Perjanjian ketiga pihak menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali - Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group.

Proyek itu bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang, lanjutnya.

Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik.

Sementara itu, ia mengatakan produksi EDC tidak hanya mendukung kebutuhan industri dalam negeri, namun juga memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.

Pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai proyek sebesar 800 juta dolar AS, dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir.

Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan, EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara dan INA akan bersama-sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar 200 juta dolar AS.

Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada 2027.

Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun, dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.

Fasilitas itu, dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.

Kolaborasi antara Danantara , INA, dan Chandra Asri Group menjadi wujud sinergi antara pengelola investasi negara dan perusahaan petrokimia terkemuka.

Dengan memperkokoh rantai pasok domestik sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas, kemitraan ini berkontribusi pada percepatan industrialisasi berkelanjutan dan memperkuat posisi daya saing Indonesia di pasar global.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |