Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level merah atau sangat tidak sehat sehingga harus diwaspadai bersama.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan (Sumsel) Wandayantolis di Palembang, Jumat, menyampaikan berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga Jumat (14/8) pagi berada pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
Dia menjelaskan Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Baca juga: BMKG: El Nino kuat picu Sumsel makin kering hingga September
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran Sinar Beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut salah satunya, kata dia, dipengaruhi oleh adanya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel, yang terbawa masuk ke Kota Palembang.
Baca juga: Masih berasap, tim gabungan lanjutkan pemadaman dua karhutla di Sumsel
"Kondisi kualitas udara yang tidak sehat ini hanya berlangsung dini hari sampai pagi hari saja," ujarnya.
Terkait hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi ke luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan.
"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," kata Wandayantolis.
Baca juga: Manggala Agni tangani enam titik karhutla di Sumsel
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































