China tanggapi penutupan Selat Hormuz, bantah jual rudal ke Iran

3 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menanggapi penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.

"Selat Hormuz dan perairan sekitarnya merupakan jalur perdagangan internasional yang penting bagi barang dan energi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/3).

Ia menambahkan bahwa China "mendesak pihak-pihak terkait segera menghentikan operasi militer, menghindari eskalasi, dan mencegah dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi global."

Mao menegaskan keamanan dan stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama komunitas internasional.

Ia juga menyatakan serangan AS-Israel terhadap Iran tidak memiliki otorisasi Dewan Keamanan PBB dan melanggar hukum internasional.

"China sangat prihatin atas dampak yang meluas di kawasan. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya. Kami mendesak semua pihak menghentikan operasi militer dan mencegah penyebaran konflik," kata Mao.

China mendukung negara-negara kawasan meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna menjaga perdamaian dan stabilitas, katanya.

Ia menegaskan China menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional serta pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain.

Baca juga: Seorang warga China di Iran tewas akibat serangan AS-Israel

"Prioritas saat ini adalah segera menghentikan operasi militer dan mencegah meluasnya konflik. China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong dialog dan negosiasi," katanya.

Terkait laporan pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 buatan China oleh Iran, Mao membantah kabar tersebut.

"Pemberitaan itu tidak benar. China selalu mematuhi kewajiban internasionalnya dan menentang penyebaran disinformasi," katanya.

Iran menutup Selat Hormuz setelah diserang AS dan Israel pada Sabtu (28/2). Langkah itu dinilai akan mengganggu pelayaran dan perdagangan energi global.

Sejumlah perusahaan membatalkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG). Kapal-kapal dilaporkan menumpuk di sekitar pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Selat Hormuz, yang terletak di antara Oman dan Iran, merupakan jalur vital bagi pasar energi global. Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati selat tersebut.

Sejak selat itu ditutup, harga minyak di pasar Asia naik sekitar 13 persen menjadi 80 dolar AS per barel dan berpotensi menembus 100 dolar AS jika penutupan berlangsung lama.

Baca juga: Menlu China telepon Menlu Rusia, bicarakan solusi untuk Iran
Baca juga: China minta AS dan Israel hentikan serangan militer terhadap Iran

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |