China luncurkan perusahaan pengujian dan sertifikasi di Thailand

6 hours ago 3

Bangkok (ANTARA) - CATARC Southeast Asia Testing and Certification Service Co, Ltd diluncurkan di Bangkok pada Senin, dengan tujuan memperkuat kerja sama antara Chuna dan Thailand dalam standar otomotif, pengujian, sertifikasi, dan pengembangan teknologi.

Upacara peluncuran tersebut diselenggarakan bersamaan dengan konferensi penjajakan bisnis industri otomotif China-Thailand, yang dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan dari lembaga pemerintah, asosiasi industri, dan perusahaan dari kedua negara.

China Automotive Technology and Research Center Co, Ltd (CATARC) merupakan salah satu lembaga penelitian dan teknologi otomotif terkemuka di China. Perusahaan yang baru didirikan di Thailand ini merupakan anak perusahaan pertama CATARC di Asia Tenggara.

Wakil direktur utama CATARC Zhou Hua mengatakan pendirian perusahaan di Asia Tenggara ini menandai langkah penting dalam strategi internasionalisasi CATARC.

Perusahaan tersebut akan mendorong penyelarasan standar otomotif di kawasan Asia Tenggara serta meningkatkan layanan konsultasi dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, tambah Zhou.

Sekretaris tetap Kementerian Perindustrian Thailand Nattapol Rangsitpo menyebut, pendirian perusahaan CATARC untuk kawasan Asia Tenggara di Thailand akan makin mendorong kerja sama di berbagai bidang, termasuk teknologi pengemudian pintar, standar dan sertifikasi, serta pengembangan yang didorong oleh inovasi antara kedua negara.

Didorong oleh transisi energi dan kebijakan pemerintah yang mendukung, pasar kendaraan energi baru (new-energy vehicle/NEV) di Thailand kini terus mencatatkan perkembangan. Lebih dari 75.000 kendaraan listrik berbasis baterai didaftarkan di Thailand dalam empat bulan pertama tahun ini, naik lebih dari 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut Federasi Industri Thailand.

Thailand merupakan pusat manufaktur otomotif utama di Asia Tenggara, dengan rantai pasokan industri yang sudah terbilang mapan. Sejumlah produsen mobil asal China telah mendirikan fasilitas manufaktur di negara tersebut, dengan total investasi melebihi 90 miliar baht (satu baht sekitar Rp541), atau sekitar 2,8 miliar dolar AS (satu dolar AS sekitar Rp17.819), menciptakan lebih dari 120.000 lapangan kerja di berbagai sektor terkait.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |