Beijing (ANTARA) - Pemerintah China berharap perdana menteri Inggris baru pengganti Keir Starmer tetap dapat menjaga hubungan kedua negara.
"Kedua negara perlu bekerja ke arah yang sama, memperdalam kerja sama bilateral dan koordinasi dalam urusan multilateral, dan bersama-sama mempertahankan momentum peningkatan dan pertumbuhan dalam hubungan bilateral," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin (22/6) mengumumkan pengunduran dirinya menyusul kekalahan telak Partai Buruh pada pemilihan Mei lalu memicu hilangnya dukungan di internal partai yang berkuasa tersebut.
Menurut Starmer, pemilihan ketua baru Partai Buruh akan dimulai pada 9 Juli dan berakhir sebelum Parlemen Inggris kembali bersidang pada September mendatang.
Starmer diketahui sempat melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 28-31 Januari 2026 dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Beijing. Starmer juga sempat mengunjungi Shanghai dan menghadiri forum bisnis untuk bertemu para pengusaha dari China dan Inggris.
Namun Guo Jiakun menegaskan bahwa pengunduran diri Keir Starmer adalah urusan internal Inggris.
"Hal itu adalah urusan internal Inggris. Kami tidak berkomentar mengenai hal itu," ungkap Guo Jiakun.
Ia hanya menekankan bahwa China dan Inggris sama-sama anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara ekonomi utama di dunia.
"Kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dan konsisten antara kedua belah pihak melayani kepentingan mendasar kedua negara dan rakyatnya serta berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia," tambah Guo Jiakun.
Starmer berulang kali mengisyaratkan tekadnya untuk tetap menjabat, tetapi pada akhirnya ia tunduk pada seruan pengunduran dirinya yang semakin gencar di dalam Kabinet pemerintahannya.
Starmer menjelaskan pengunduran dirinya merupakan tanggapan atas pertanyaan partainya tentang apakah ia "paling tepat" untuk memimpin partai pada pemilu selanjutnya.
"Saya sudah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawabannya dengan lapang dada," katanya.
Sekitar 100 anggota parlemen Partai Buruh sebelumnya telah menyerukan pengunduran diri Starmer pada Mei lalu setelah partai tersebut mengalami kegagalan dalam pemilihan lokal.
Jumlah anggota parlemen yang mendesaknya mundur dilaporkan terus bertambah setelah rival politiknya, Wali Kota Manchester Andy Burnham, memenangkan satu kursi parlemen pekan lalu.
Baca juga: Menlu China: Norma internasional jadi pelajaran penting krisis AS-Iran
Baca juga: Starmer dinilai kehilangan dukungan, mundur dari pimpinan Partai Buruh
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































