China kritik sanksi Inggris terhadap Rusia

5 hours ago 2

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyampaikan kritiknya terhadap penerapan paket sanksi baru oleh Inggris terhadap Rusia terkait dengan krisis Ukraina.

"China menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB. Kami sangat menyesalkan langkah-langkah terkait dari Inggris," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.

Pada Selasa (24/2), Inggris mengumumkan hampir 300 sanksi baru dengan paket sanksi "terbesar" mereka, yang menargetkan aliran pendapatan penting Rusia, termasuk sektor energi dan pemasok militer.

Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataannya mengatakan sanksi tersebut, yang diumumkan pada peringatan keempat Perang Ukraina, merupakan paket sanksi terbesar terhadap Rusia dalam periode ini.

"Mengenai krisis Ukraina, China selama ini telah mempromosikan pembicaraan untuk perdamaian dan secara ketat mengontrol ekspor barang-barang dwiguna. Pertukaran dan kerja sama normal antara China dan Rusia tidak boleh terganggu atau terpengaruh," tambah Mao Ning.

China, kata Mao Ning, akan melakukan apa yang diperlukan untuk membela hak dan kepentingannya yang sah dan sesuai hukum.

Paket sanksi dari Inggris tersebut menargetkan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, PJSC Transneft, yang bertanggung jawab untuk mengangkut lebih dari 80 persen ekspor minyak Rusia.

Langkah-langkah baru itu juga menargetkan jaringan perdagangan minyak rahasia Rusia, dengan memberikan sanksi kepada 175 perusahaan yang terkait dengan kelompok minyak "2Rivers", salah satu operator armada bayangan terbesar di dunia dan pedagang utama minyak mentah Rusia.

Sanksi kemudian menargetkan 49 entitas dan individu, termasuk pemasok internasional drone, komponen, dan teknologi Rusia, serta pelaku teror di sektor gas alam cair Rusia.

Selain itu, sembilan bank yang menangani pembayaran lintas batas Rusia juga termasuk dalam paket sanksi tersebut.

"Inggris hari ini telah mengambil tindakan tegas untuk mengganggu pendanaan penting, peralatan militer, dan aliran pendapatan yang menopang agresi Rusia, dalam serangkaian langkah terbesar kami sejak bulan-bulan awal invasi," kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper.

“Hari ini saya berada di Kiev mengumumkan pendanaan sebesar £30 juta (Rp681,6 miliar) untuk memperkuat ketahanan energi Ukraina dan mendukung pemulihan, sehingga total dukungan Inggris mencapai £21,8 miliar (Rp495,3 triliun) sejak awal perang,” katanya.

Ia menuturkan, Inggris akan terus mendukung rakyat Ukraina dan membela keamanan Eropa, karena "keamanan Ukraina adalah keamanan kita."

Baca juga: Rusia peringatkan rencana Inggris dan Prancis pasok nuklir ke Ukraina

Baca juga: Inggris umumkan sanksi terbesar atas Rusia

Baca juga: Diplomat Ukraina tegaskan komitmen perdamaian, soroti peran Rusia

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |