Beijing (ANTARA) - Misi pengumpulan sampel Mars China akan memasuki fase pengembangan model penerbangan pada tahun ini, ujar Liu Jizhong, kepala perancang misi Tianwen-3, pada Kamis (12/3).
Berdasarkan penelitian teknis awal dan peragaan, misi itu mencatatkan terobosan dalam bidang teknologi utama. Tim engineering saat ini memfokuskan diri pada pengembangan prototipe, tutur Liu, yang juga anggota legislatif nasional China, kepada para reporter.
Misi pemulangan sampel Mars dijadwalkan akan diluncurkan pada sekitar 2028, dengan target membawa pulang tidak kurang dari 500 gram sampel Mars ke Bumi pada sekitar 2031.
Para ilmuwan internasional diundang untuk menjalin kolaborasi dalam memajukan pengembangan teknologi eksplorasi luar angkasa dalam (deep space) dan engineering terkait, ungkap Liu.
Dalam bidang engineering, misi itu sedang mengembangkan wahana pengorbit (orbiter), kapsul pembawa pulang (returner), wahana pendarat (lander), wahana pendaki (ascender), dan modul layanan, yang akan membentuk kompleks wahana pengorbit-kapsul pembawa pulang dan kompleks wahana pendarat-pendaki-modul layanan.
Proses pengembangan itu juga mencakup upaya mencapai terobosan di bidang teknologi utama, seperti pengambilan dan penyegelan sampel permukaan Mars, lepas landas dan pendakian dari permukaan Mars, pertemuan wahana (manuver rendezvous) di orbit Mars, pengambilan dan pemindahan sampel, serta perlindungan planet.
Misi Tianwen-3 diperkirakan akan mencari tanda-tanda kehidupan yang potensial di Mars, menyelidiki formasi geologis Mars, dan memeriksa atmosfer Mars, dengan tujuan untuk mencapai penemuan besar dalam studi evolusi planet-planet terestrial yang layak huni.
"Misi Tianwen-3 mewakili upaya antariksa utama yang sangat menantang, inovatif, dan pionir," tutur Liu. "Misi tersebut diharapkan dapat mewujudkan misi pemulangan sampel Mars pertama dalam sejarah umat manusia, sehingga secara signifikan memajukan pengembangan terpadu ilmu antariksa, teknologi antariksa, serta aplikasi antariksa."
Liu juga menyampaikan bahwa wahana antariksa Tianwen-2 China, yang diluncurkan pada 2025, telah menempuh perjalanan sekitar 700 juta kilometer dan akan mencapai asteroid dekat Bumi 2016HO3 pada tahun ini untuk mulai mengorbit di sekitarnya guna melakukan eksplorasi.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































