Jakarta (ANTARA) - China masih menjadi salah satu sumber asal investasi asing terbesar yang masuk ke Provinsi Jawa Tengah sepanjang kuartal pertama (Q1) tahun ini.
Hal itu terwujud dengan semakin banyak perusahaan asal China dari berbagai sektor memulai kegiatan bisnisnya di Kawasan Ekonomi Khusus Batang di bawah kerja sama "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries Twin Parks/TCTP) dan kawasan industri lainnya di provinsi tersebut, meningkatkan lapangan kerja lokal.
Sejumlah analis mengaitkan angka signifikan itu dengan Kawasan Ekonomi Khusus Batang, yang merupakan salah satu daerah Indonesia yang berada di bawah TCTP Indonesia-China.
Realisasi nilai investasi asal China Daratan di provinsi tersebut mencapai Rp2,14 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, menjadi sumber terbesar ketiga setelah Singapura dan Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong, China, yang masing-masing mencatat Rp3,33 triliun dan Rp3,22 triliun, demikian dikutip dari keterangan terbaru Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah.
Pada Maret tahun lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri langsung acara peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan menyuarakan harapannya agar KEK itu menjadi "Kota Shenzhen versi Indonesia".
Setelah pembangunan dan peningkatan yang dilakukan dalam kerja sama Indonesia dan China selama lebih dari satu tahun, KEK tersebut mencatat pengoptimalan dalam infrastruktur, lingkungan industri dan ekonomi, hingga sistem talenta kerja, yang memikat sejumlah perusahaan bergengsi di bidang industri hilir, energi baru, dan teknologi yang menetap di dalamnya, termasuk sejumlah bisnis dari China.
Data resmi menunjukkan KEK itu telah memperoleh komitmen investasi sekitar Rp36,4 triliun dari berbagai pelaku industri asal China, dan sedang diterapkan secara bertahap.
Sejumlah kebijakan preferensial tentang bea impor bahan mentah, peralatan produksi, pajak penghasilan impor di bawah kerangka kawasan berikat dan KEK, serta lokasi Batang yang menyediakan infrastruktur di sekitarnya sekaligus sumber daya manusia yang andal turut menjadi alasan semakin banyak perusahaan memilih untuk investasi dan berbisnis di dalam kawasan ekonomi Batang tersebut
Kawasan industri di Kendal, Provinsi Jawa Tengah, juga menjadi pilihan banyak investor China sebagai lokasi ekspansi.
Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan terakhir, setidaknya terdapat dua investasi baru asal China di kawasan industri ini, seperti Kuka Home yang menginvestasikan sekitar Rp2,7 triliun untuk pabrik furnitur berorientasi ekspor pada pertengahan Maret lalu dan Hoifu Group yang menginvestasikan sekitar Rp1,1 triliun untuk pabrik kemasan pada awal bulan ini.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































