Cegah prostitusi, Pemkot pasang lampu tembak di Taman Kota Cawang

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memasang dua lampu tembak di kawasan Taman Kota Cawang, Kebon Pala, Makasar, sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan praktik prostitusi.

"Dari teman-teman Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur akan menambah penerangan di Taman Kota Cawang dengan memasang dua lampu tembak," kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Taman Kota, Cawang, Jakarta Timur, Jumat.

Langkah tersebut diambil menyusul laporan dan perhatian masyarakat terkait penyalahgunaan fungsi taman pada malam hari.

Penerangan pun dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kerawanan sosial atau aktivitas negatif lainnya di ruang terbuka hijau tersebut.

Dimas mengungkapkan pemasangan lampu tembak dilakukan untuk memastikan area taman terlihat jelas dari luar, terutama saat malam hari.

“Penerangan kita tambah supaya aktivitas dalam taman bisa terlihat dari luar. Dengan dua lampu tembak ini, area yang sebelumnya gelap menjadi lebih terang,” ujar Dimas.

Menurut dia, kurangnya pencahayaan sebelumnya diduga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas menyimpang. Oleh karena itu, peningkatan penerangan menjadi salah satu bagian dari strategi pencegahan.

Baca juga: Satpol PP dan tiga pilar gencarkan patroli malam di Taman Kota Cawang

Selain pemasangan lampu, pemerintah juga menutup dua akses masuk yang dinilai rawan, melalui pengecoran permanen, yang bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Akses ilegal di sisi pagar yang berbatasan dengan jalan tol itu juga ditutup dengan pengelasan agar tidak lagi digunakan sebagai jalur masuk tidak resmi.

Tak hanya penataan fisik, pengawasan juga diperketat melalui operasi malam yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur tiga pilar, yakni TNI dan Polri. Operasi rutin dimulai pukul 21.00 WIB untuk memastikan situasi taman tersebut tetap kondusif.

Sebelumnya, petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol sisa minuman keras (miras) di area Taman Kota Cawang.

Meski belum dapat dipastikan konteks penggunaannya, temuan tersebut memperkuat dugaan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi ruang publik.

Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @ijoel yang memperlihatkan sekumpulan remaja laki-laki masuk ke Taman Kota di kawasan Cawang melalui pinggiran pagar.

"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap seseorang yang mengambil video di lokasi, seperti dikutip Instagram @ijoel.

Baca juga: Pemkot temukan alat kontrasepsi usai penertiban di Taman Kota Cawang

Baca juga: Diduga tempat prostitusi, Pemkot tutup dua akses Taman Kota Cawang

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |