Jakarta (ANTARA) - Campus League Badminton Regional Semarang menjadi ajang adaptasi awal bagi pebulu tangkis mahasiswa terhadap sistem skor baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang diterapkan sepanjang kompetisi di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Semarang, 26-29 Agustus.
CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan penerapan sistem tersebut dilakukan agar pemain, perangkat pertandingan, dan pihak lain yang terlibat mulai terbiasa sebelum regulasi itu digunakan secara lebih luas.
"Kami memang menerapkan sistem skor terbaru BWF untuk curi start, karena sudah ada kepastian akan diberlakukan regulasi baru ini secara menyeluruh," kata Ryan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang agar proses adaptasi dapat dilakukan lebih dini.
"Jadi kami ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan semua yang terlibat lebih cepat familiar, karena makin terbiasa tentu akan semakin baik," ujarnya.
Pada kategori beregu, sistem pertandingan menggunakan format best of three sets dengan sistem relay point dan target 55 poin kumulatif.
Universitas Islam Indonesia (UII) keluar sebagai juara beregu setelah mengalahkan Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2-0 pada partai final.
Baca juga: Campus League Badminton terapkan sistem skor baru
Pasangan Mochammad Billawal Aryo Jatmiko/Muhammad Danish Maulad Ferary yang menjadi penentu kemenangan UII mengatakan kerja sama tim menjadi faktor penting keberhasilan mereka.
Keberhasilan tersebut membawa UII melaju ke fase puncak The Nationals yang akan berlangsung di Bandung pada September.
Selain UII, tiga semifinalis lainnya yakni UNNES, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga memastikan tiket ke The Nationals.
Sementara pada kategori perorangan, UNS menjadi perguruan tinggi paling dominan setelah meraih tiga dari enam gelar yang dipertandingkan.
Tiga gelar UNS diperoleh Adna Farrell Nugroho/Muhamad Khalil Munawar Abullah pada ganda putra, Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat pada ganda putri, serta Adna Farrell Nugroho/Lintang Ari Rahmawati pada ganda campuran.
UII menambah gelar melalui Alfira Deanika pada tunggal putri setelah unggulan pertama tersebut mengalahkan Selvyra Khalishah dari UNESA 15-10, 15-13 pada final.
Universitas Jenderal Soedirman meraih gelar tunggal putra melalui Akmal Zaidan Pamuji, sedangkan UNNES menjadi juara nomor 3 vs 3 melalui Muhammad Rafael Ramadhani/Ryan Adi Wicaksono/Ayu Dian Pertiwi.
Campus League Badminton Regional Semarang berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 149 atlet mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, dan Makassar.
Ryan mengatakan kompetisi di tingkat perguruan tinggi juga ditujukan untuk memberikan jalur kompetitif bagi pebulu tangkis yang tetap ingin mengejar prestasi olahraga tanpa meninggalkan pendidikan.
"Campus League sebenarnya hadir di badminton untuk bisa menaungi talenta-talenta pebulu tangkis yang sangat baik, tapi mungkin tidak bisa menembus ke Pelatnas. Ajang ini juga dirancang agar atlet tidak harus memilih antara olahraga dan pendidikan," katanya.
Baca juga: 17 kampus bersaing dalam "Campus League Badminton Regional Semarang"
Baca juga: Amri/Nita naik ke posisi 15 dunia usai raih perunggu Kejuaraan Dunia
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































