BTN gelar RUPSLB pada 4 September, diusulkan bahas perubahan pengurus

7 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 September 2026 dengan usulan agenda pembahasan perubahan susunan pengurus perseroan.

"Agendanya, sementara kalau dari Danantara perubahan susunan pengurus. Kita masih menunggu dari mereka apakah pengurus yang akan diubah," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan keterbukaan informasi, RUPSLB BTN dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026 pukul 14.00 WIB.

Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Agustus 2026.

Sementara itu, pemegang saham dapat mengajukan usulan mata acara rapat kepada direksi paling lambat 30 Juli 2026 atau tujuh hari sebelum pemanggilan rapat.

Hak tersebut dapat diajukan oleh pemegang Saham Seri A Dwiwarna maupun satu maupun lebih pemegang saham yang mewakili 1/20 atau lebih dari seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan dengan hak suara yang sah.

Usulan mata acara harus diajukan dengan itikad baik, mempertimbangkan kepentingan perseroan, memerlukan keputusan RUPS, disertai alasan dan bahan pendukung, serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan maupun anggaran dasar perseroan.

Adapun pemanggilan RUPSLB akan diumumkan pada 6 Agustus 2026 melalui situs web penyedia e-RUPS, Bursa Efek Indonesia, dan situs web perseroan.

Pada semester I 2026, BTN membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 40,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp2,40 triliun.

Kredit dan pembiayaan konsolidasi tumbuh sebesar 11,2 persen (yoy) menjadi Rp418,11 triliun, dengan total aset konsolidasi BTN naik 12,4 persen (yoy) menjadi Rp545,16 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan di sektor kredit perumahan sebesar 4,8 persen (yoy) menjadi Rp332,88 triliun per Juni 2026.

Sementara, kredit nonperumahan melonjak sebesar 46,1 persen (yoy) menjadi Rp85,22 triliun.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp433,00 triliun atau tumbuh 6,6 persen (yoy).

Perseroan terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Per akhir Juni 2026, cost of fund BTN berada pada level 3,01 persen.

Kualitas aset terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) yang turun dari 3,3 persen pada semester I 2025 menjadi 2,99 persen pada semester I 2026.

Perseroan juga menurunkan loan at risk (LAR) menjadi 18,6 persen serta menekan cost of credit (CoC) menjadi 0,7 persen pada semester I 2026.

Adapun capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 20 persen pada periode yang sama.

Baca juga: Laba bersih BTN pada semester I 2026 tumbuh 40,8 persen capai Rp2,40 T

Baca juga: BTN gandeng BPS manfaatkan data statistik untuk pembiayaan perumahan

Baca juga: BTN raih laba bersih konsolidasi Rp1,85 T per Mei, naik 54,37 persen

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |