Jakarta (ANTARA) - Kesulitan mengungkapkan kebutuhan kepada pasangan, teman, atau rekan kerja dapat dipengaruhi oleh pengalaman tumbuh dalam keluarga dengan pola pengasuhan yang tidak sehat, menurut psikoterapis berlisensi Sharon Martin.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (15/7) waktu setempat, Martin menjelaskan bahwa seseorang yang sejak kecil tumbuh di lingkungan keluarga yang mengabaikan perasaan, terlalu mengontrol, atau kerap memberikan kritik dapat belajar bahwa kebutuhan dan pendapatnya tidak penting.
Akibatnya, saat dewasa mereka cenderung lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dibanding kebutuhan diri sendiri. Sebagian juga terbiasa menghindari konflik atau mengesampingkan keinginan pribadi demi menjaga hubungan tetap berjalan.
Martin mengatakan pengalaman tersebut dapat membuat seseorang merasa cemas, bersalah, atau takut ditolak ketika ingin mengungkapkan apa yang dibutuhkan.
Baca juga: Membedakan perasaan emosi dan stres yang saling berkaitan
Menurut dia, sebagian orang juga tumbuh dengan keyakinan bahwa meminta bantuan merupakan beban bagi orang lain atau menunjukkan kelemahan. Pengalaman masa kecil tersebut dapat membuat seseorang enggan menyampaikan kebutuhan meski sebenarnya memerlukan dukungan.
Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan kesulitan mengenali kebutuhannya sendiri karena terlalu lama mengabaikan perasaan dan keinginan pribadi.
Martin menuturkan pola tersebut dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, seperti kelelahan karena terus mengutamakan orang lain, hubungan yang terasa tidak seimbang, hingga stres akibat memendam perasaan.
Untuk mulai mengubah kebiasaan tersebut, Martin menyarankan seseorang mengenali kebutuhan diri melalui refleksi sederhana, misalnya dengan bertanya kepada diri sendiri mengenai hal yang dapat membuat situasi saat ini terasa lebih mudah atau dukungan yang sebenarnya dibutuhkan.
Ia juga menyarankan seseorang mulai berlatih mengungkapkan kebutuhan dalam situasi sederhana, seperti menyampaikan pilihan tempat makan, meminta bantuan menyelesaikan tugas, atau mengajukan tambahan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Martin menekankan bahwa menyampaikan kebutuhan tidak selalu berarti keinginan akan dipenuhi orang lain. Namun, mengungkapkannya secara jelas dan sopan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat.
Bagi mereka yang masih merasa sangat kesulitan menyampaikan kebutuhan, Martin menyarankan mencari dukungan melalui terapi, kelompok pendamping, atau orang-orang tepercaya agar dapat berlatih berkomunikasi secara bertahap.
Baca juga: 11 cara efektif memahami perasaan diri untuk jaga kesehatan mental
Baca juga: Jenis-jenis insecurity yang hambat kepercayaan diri dan solusinya
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































