Jakarta (ANTARA) - Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Fitrah Ernawati menyebutkan zat gizi mikro dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa dipenuhi meski terdapat penyesuaian dengan bahan pangan lokal.
"Contoh-contoh pangan lokal yang tinggi akan gizi mikro yang diperlukan untuk anak-anak tadi, misalnya di dalam hati ayam. Hati ayam itu tidak mahal harganya, tapi kandungan vitamin A-nya tinggi, zat besinya tinggi, B12-nya tinggi, Cu (tembaga)-nya tinggi, selenium tinggi," kata Fitrah Ernawati dalam diskusi di Jakarta, Jumat.
Fitrah menjelaskan zat yang sama juga bisa diperoleh melalui ikan-ikan kecil, seperti ikan teri atau bilis, untuk masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.
Untuk sayur-mayur, lanjut dia, masyarakat bisa menggunakan daun katuk atau melakukan substitusi dengan kangkung dan bayam yang tinggi akan vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor.
Baca juga:
Fitrah menekankan bahwa makanan yang disajikan di MBG harusnya sudah dapat memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari zat gizi mikro yang penting, sebab kekurangan zat gizi mikro dapat menyebabkan anak mengantuk, kurang konsentrasi, letih, dan cepat lelah.
"Dengan mengonsumsi pangan yang beragam, proteinnya yang beragam, sayur, buah, dan dari pangan lokal, akan meningkatkan kepadatan mikronutrien dan mendukung perbaikan status gizi, maka akan mempengaruhi konsentrasi belajar anak," ujar Fitrah Ernawati.
Diketahui, pemerintah memastikan Program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadhan serta masa libur dan cuti bersama dengan penyesuaian mekanisme penyaluran di beberapa wilayah.
Baca juga: Peneliti BRIN usulkan pemberian telur diperbanyak dalam MBG Ramadhan
Pada wilayah yang mayoritas penduduk berpuasa, penyaluran dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat, sementara sekolah di daerah mayoritas non-Muslim tetap menjalankan program secara normal.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menyatakan Program MBG selama Ramadhan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, termasuk menyediakan paket makanan yang dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Selain itu BGN terus meningkatkan kualitas menu dan kemasan guna menjamin keamanan pangan serta memenuhi standar gizi nasional.
Evaluasi yang dilakukan BGN mencakup aspek kemasan makanan, komposisi gizi, hingga transparansi penggunaan anggaran, guna memastikan program berjalan sesuai standar kesehatan dan tepat sasaran.
Baca juga: Tingkatkan gizi anak di rumah, MBG didorong sinergi dengan Puspaga
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































