BPK Penabur dorong inovasi siswa sambut Generasi Emas 2045

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - BPK Penabur Jakarta mendorong penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics (STEAM) untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 melalui ajang PENABUR STEAM Innovation Competition 2026 yang diikuti siswa tingkat SMP.

Kepala Seksi Pendidikan Menengah Bagian Kurikulum dan Evaluasi BPK Penabur Jakarta, Hendra Tan mengatakan kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan solusi nyata terhadap persoalan global, khususnya ketahanan pangan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi, kolaborasi dan inspirasi bagi siswa yang berpartisipasi untuk menampilkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata di masyarakat,” ujar Hendra dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Baca juga: Ribuan siswa Penabur Jakarta ikuti kompetisi paduan suara BSCF 2026

Ia menjelaskan, pendekatan STEAM telah diterapkan di 17 SMPK Penabur Jakarta sebagai bagian dari strategi membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan problem solving siswa guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kompetisi bertema “Driven Hunger Solutions: The Power to Change is Ours” tersebut diikuti 136 siswa dari 17 sekolah jenjang SMP.

Para peserta ditantang merancang prototipe solusi terkait tujuan “Zero Hunger” atau tanpa kelaparan.

Baca juga: SMA Jubilee segel gelar juara Festival Bola Basket 2025

Rangkaian kegiatan dimulai dari tahap riset dan perancangan prototipe, dilanjutkan pameran karya dalam bentuk booth, hingga presentasi enam tim terbaik di hadapan dewan juri yang terdiri atas perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi, dan tim kurikulum.

Juara pertama diraih tim “Kaleg” dari SMP Tirtamarta BPK Penabur Cinere melalui proyek “Kaleg Emulsion”, yakni pembuatan emulsi berbahan minyak ikan dari ikan invasif yang diperkaya limbah nabati seperti wortel dan minyak biji labu.

“Kami menggunakan minyak ikan dari ikan invasif dan mengubahnya menjadi emulsi serta diperkaya limbah nabati yang kaya beta-karoten, vitamin E, dan vitamin K,” kata Tito, anggota tim Kaleg.

Baca juga: Festival Bola Basket BPK Penabur didorong jadi turnamen rutin tahunan

Menurut Erik, rekannya satu tim, solusi ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga kecukupan nutrisi.

“Hunger solutions bukan hanya soal ada makanan, tetapi juga adanya nutrisi yang tercukupi,” ujarnya.

Peneliti dari BRIN Christina Winarti yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap kualitas inovasi siswa.

“Produk yang dipamerkan sudah sangat bagus, bahkan ada beberapa yang belum kami teliti. Saya sangat mengapresiasi bagaimana siswa memanfaatkan limbah dan diolah, semakin menambah nilai ekonomis,” tutur Christina.

Baca juga: Indonesia juara umum BPK Penabur Schools Chess Competition

Baca juga: BPK Penabur bakal ikut sertakan juara FCP ke turnamen internasional

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |