BPBD Jatim cek EWS, pastikan berfungsi guna cuaca ekstrem

1 week ago 6
Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya, dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya

Surabaya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) melakukan pengecekan guna memastikan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di provinsi itu berfungsi saat terjadi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Jumat, mengemukakan saat terjadi cuaca ekstrem di berbagai wilayah pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya yang ada di daerah kawasan rawan bencana, baik banjir, longsor, maupun tsunami.

"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya, dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," kata Gatot Soebroto.

"Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana," katanya.

Pihaknya juga menyiagakan personel karena marak kejadian bencana akibat cuaca ekstrem.

Dalam sepekan ini kegiatan pengecekan EWS dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirene tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran. Kegiatan ini lalu berlanjut ke Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga ke Pacitan.

"Sebanyak 71 EWS yang meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik dan sirene tsunami di 17 titik, akan dilakukan pengecekan, untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar," katanya.

Baca juga: BPBD Jatim gerak cepat perbaiki EWS akibat banjir

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |