BPBD: 11 kepala keluarga terdampak banjir di Sitaro masih mengungsi

2 hours ago 1

KOTA MANADO (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara menyebut sebanyak 11 kepala keluarga terdampak banjir bandang di Pulau Siau masih bertahan di tempat pengungsian.

"Jadi masih ada yang tinggal di museum dan gereja Advent," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran di Manado, Kamis.

Dia menyebutkan, warga pengungsi yang tinggal di museum delapan kepala keluarga atau sebanyak 26 jiwa.

Sementara pengungsi lainnya yang menempati gereja Advent ada tiga kepala keluarga atau sebanyak 10 orang.

"Rencana hari ini ini atau besok mereka akan dipindahkan di ke Gedung Mabura. Di tempat ini ada kamar, sehingga pengungsi merasa aman dan nyaman," ujar Sonny.

Sonny menjelaskan alasan warga yang sejak banjir bandang 5 Januari 2026 masih mengungsi di dua tempat pengungsian tersebut karena rumah rusak atau hilang saat terjadi bencana

Alasan lainnya, kata dia, warga masih takut kembali ke rumah karena kondisi curah hujan tinggi masih terjadi di wilayah tersebut.

"Pemerintah sampai saat ini masih menangani kebutuhan dasar pengungsi sampai ada hunian tetap," katanya menambahkan.

Banjir bandang yang terjadi subuh 5 Januari 2026 menghantam permukiman warga yang tersebar di Kecamatan Siau Barat Selatan, Kecamatan Siau Barat, Kecamatan Siau Timur dan Kecamatan Siau Timur Selatan.

Di Kecamatan Siau Barat Selatan (Kampung/Kelurahan Batusenggo, Laghaeng dan Makoa), keluarga terdampak sebanyak 563 orang (197 kepala keluarga).

Selanjutnya, di Kecamatan Siau Barat yang mencakup kampung/kelurahan Paniki, Peling, Bumbiha dan Paseng, keluarga terdampak sebanyak 494 orang (160 kepala keluarga).

Sementara di Kecamatan Siau Timur di kampung/kelurahan Bahu, keluarga terdampak sebanyak 309 orang (111 kepala keluarga), sementara di Kecamatan Siau Timur Selatan, kampung/kelurahan Bandil sebanyak 11 orang (empat kepala keluarga).

Pada operasi SAR bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat 76 orang selamat, 17 orang meninggal dunia, dan dua orang dinyatakan hilang.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |