Batam (ANTARA) - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau (BP3MI Kepri) menyebut pelatihan kerja untuk bidang pengelasan atau welder dibutuhkan di wilayah tersebut.
Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi menyebut kebutuhan tenaga kerja Welder di Kepri, khusus Batam dan Karimun cukup tinggi, termasuk permintaan keluar negeri.
“Hal yang menjadi kekhususan Provinsi Kepri, di mana siklus bekerja di bidang welder. Kebutuhan welder di Kabupaten Karimun dan Kota Batam masih belum tercukupi,” kata Iman dikonfirmasi di Batam, Sabtu.
Dia menjelaskan, banyak perusahaan kapal yang membutuhkan skill komunitas welder yang ada di luar negeri, dan ada kesempatan peluang bekerja di luar negeri dengan upah yang lebih tinggi dan menjanjikan.
“Kami memberangkatkan secara legal dan prosedural pekerja welder ini keluar negeri, sehingga terjadi kekurangan welder yang bekerja di Batam dan karimun,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Imam, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja harus menyiapkan tenaga kerja dengan keahlian welder yang sudah siap untuk mengisi kekurangan tersebut secara berkelanjutan.
BP3MI Kepri juga menemukan beberapa kendala yang perlu diatasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja kehalian welder di Batam dan Karimun.
Selama ini, banyak pekerja welder mengambil pelatihan sertifikasi ke Lampung dengan biaya mencapai belasan juta, karena di wilayah Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di wilayah Karimun dan Batam belum menyediakan latihan sertifikasi tersebut.
“Kami mendorong kiranya BLK yang ada di Karimun maupun Batam bisa dioptimalkan untuk program sertifikasi welder, sehingga para pekerja ini tidak perlu jauh-jauh ke Lampung untuk mendapatkan sertifikat keahlian,” kata Imam.
Baca juga: BP3MI Kepri bentuk Migrant Center beri layanan perlindungan PMI
Baca juga: BP3MI : 5.300 warga Kepri bekerja secara ilegal di Kamboja
Baca juga: Bea Cukai Batam sediakan konter khusus Imei untuk PMI deportasi
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































