BNPT cegah kekerasan ekstrem terhadap anak dengan aksi nasional

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merencanakan kegiatan aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

Kepala BNPT Eddy Hartono memaparkan bahwa aksi nasional tersebut akan mengonstruksi pencegahan dan penanggulangan terhadap anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital dalam grup true crime community (TCC).

"Kami rapat, sudah menentukan langkah-langkah ke depan dan kami BNPT akan mengonstruksi di dalam kegiatan, yaitu rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme," ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Ia mengungkapkan penanganan tersebut bertujuan menghentikan fase awal anak-anak terpapar dari paham terorisme. Fase terorisme itu dimulai dari tahap pemahaman kekerasan ekstrem dan bertahap menjadi radikalisme.

"Anak-anak ini memang kalau tidak ditangani, ya, jadi kalau dalam fase sebelum terorisme, itu akan masuk kepada ekstremisme. Kemudian radikalisme, selanjutnya terorisme," ungkapnya.

Aksi nasional tersebut, kata Eddy, telah masuk sebagai rekomendasi kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Pelaksanaan aksi nasional itu akan menjadi langkah deteksi dini dalam konteks perlindungan dan pendampingan psikososial.

"Yang mana, mudah-mudahan tahun ini akan ditandatangani oleh Bapak Presiden melalui Peraturan Presiden dan ini sekarang masih masuk ke dalam Setneg," katanya.

Baca juga: BNPT: GTI jadi referensi langkah strategi pencegahan terorisme RI

Baca juga: Kepala BNPT: Kerukunan beragama kekuatan di tengah kemajemukan RI

"Mudah-mudahan tahun ini segera diterbitkan untuk menangani langkah-langkah deteksi dini ataupun dalam konteks kebijakan adalah perlindungan dan pendampingan psikososial. Nonpenegakan hukum, ya. Istilahnya, nonrepresif," ucap dia.

Serupa dengan aksi nasional, Menurut Eddy, BNPT telah melakukan intervensi sejak tiga tahun terakhir bersama unsur-unsur intelijen untuk mengoptimalkan upaya cyber-patrol di ruang digital.

"Di dalam intervensi ini juga kami memang sejak awal, sejak tiga tahun terakhir ini bersama-sama unsur-unsur intelijen dan aparat penegak hukum, Densus 88, BIN, BAIS, maupun BSSN, kami terus melakukan upaya cyber-patrol di ruang digital," ujar Eddy.

Baca juga: BNPT RI: Kearifan lokal merupakan benteng dari ancaman paham radikal

Baca juga: BNPT: RI yakin multilateralisme berperan krusial atasi terorisme

Baca juga: BNPT RI fokus lakukan "balanced approach" hadapi ancaman terorisme

Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |