BMKG: Sumsel masih berpotensi hujan usai badai Senyar

2 hours ago 3
Sumsel juga mendapatkan dampak tidak langsung berupa adanya belokan angin, namun relatif kurang signifikan

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan sebagai dampak tidak langsung dari badai tropis Senyar yang sebelumnya terbentuk di Selat Malaka.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto di Palembang, Minggu, mengatakan badai tropis Senyar juga berdampak tidak langsung di wilayah Sumsel.

"Sumsel juga mendapatkan dampak tidak langsung berupa adanya belokan angin, namun relatif kurang signifikan. Jika pun hujan tidak separah seperti dampak Senyar," katanya.

Ia menjelaskan sistem badai tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca di wilayah sekitarnya, termasuk Sumsel. Namun, intensitas dampaknya dinilai relatif lebih ringan dibandingkan wilayah lainnya.

Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di Selat Malaka

"Meski demikian, sisa energi dari badai tersebut masih memicu pembentukan awan-awan hujan yang cukup signifikan sehingga potensi hujan deras masih dapat terjadi di beberapa wilayah terdampak," jelasnya.

BMKG memprakirakan bahwa wilayah Sumsel masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.

"BMKG mengingatkan agar masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi secara cepat," kata Siswanto.

Baca juga: Badai tropis KOTO picu banjir dan longsor yang porak-porandakan Sumut

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |