BMKG: Perairan Aceh dan NTT jadi wilayah paling rawan gelombang tinggi

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi wilayah Samudra Hindia barat Aceh dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai area paling rawan dengan potensi gelombang tinggi mencapai empat meter pada 19-22 Mei 2026.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa, menyatakan bahwa peningkatan gelombang di kedua wilayah tersebut sangat berisiko tinggi terhadap operasional transportasi laut. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

Baca juga: BMKG: Waspada potensi gelombang laut 2,5 meter di pesisir Aceh

BMKG melaporkan dalam beberapa hari ke depan kondisi pola angin di Indonesia bagian selatan bergerak cukup kencang dari Tenggara dengan kecepatan mencapai 30 knot, dan kecepatan tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT.

"Hal ini memicu gelombang tinggi berisiko pada kategori 2,5 - 4,0 meter di selatan NTT dan barat Aceh," kata dia.

Eko menjelaskan bahwa tingginya ombak di kedua perairan tersebut berada pada level berbahaya, tidak hanya bagi perahu nelayan tradisional, melainkan juga bagi kapal berukuran besar, seperti kapal tongkang dan armada penyeberangan antarpulau (feri).

Berdasarkan analisis risiko keselamatan, kapal feri berpotensi mengalami kendala operasional serius apabila menghadapi kecepatan angin di atas 21 knot dan tinggi gelombang yang melebihi 2,5 meter.

Baca juga: BMKG: Waspada gelombang tinggi 2,5 meter di Aceh hingga 16 Maret

Baca juga: BMKG: Waspadai gelombang 2,5 meter di perairan NTT 18-21 Mei 2026

Sementara bagi perahu nelayan, batas aman operasional berada di bawah 15 knot dengan tinggi gelombang maksimal 1,25 meter.

Oleh karena itu, BMKG secara khusus meminta otoritas pelayaran, pihak syahbandar dan para operator kapal di Aceh maupun NTT untuk memperketat pengawasan serta mempertimbangkan penundaan aktivitas pelayaran jika kondisi cuaca memburuk.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Eko.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |