Jakarta (ANTARA) - Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak, sebagaimana dilaporkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa erupsi gunung api setinggi 2.125 meter di atas permukaan laut itu terjadi pada pukul 09.24 WIT.
Baca juga: Badan Geologi catat getaran erupsi 50 detik Gunung Ibu di Maluku Utara
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara kurang lebih 4 menit 1 detik.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ibu berada pada Status Level II (Waspada).
Seiring dengan penetapan status tersebut, Lana menyebutkan bahwa Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, larangan aktivitas juga berlaku pada perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Lana mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan pelindung mata (kacamata) apabila beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu vulkanik untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.
Badan Geologi juga meminta seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas suasana di masyarakat dengan tidak menyebarkan narasi bohong serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas vulkanik tersebut.
Baca juga: PVMBG larang aktivitas 2 km dari kawah Gunung Ibu yang erupsi
Baca juga: Gunung Ibu semburkan abu setinggi hingga 800 meter
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan data terkini.
Sementara itu, masyarakat Pulau Halmahera diminta untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung api ini secara berkala melalui aplikasi Magma Indonesia resmi milik pemerintah.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































