BMKG deteksi 201 titik panas di Provinsi Riau

1 month ago 16

Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 201 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 91 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Alfa Nataris menyampaikan titik panas selain di Bengkalis, juga ada di Kabupaten Pelalawan (66), Indragiri Hilir (21), Indragiri Kuantan dan Kota Dumai masing-masing 11 dan di Rokan Hilir ada satu titik.

"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Jumat (18/3) pukul 16.00 WIB," katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Jumat.

Sementara itu, di Pulau Sumatra terdeteksi 277 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian Sumatera Utara (34), Kepulauan Riau (28), Jambi (9), Aceh (4) dan Kepulauan Bangka Belitung (1)

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luas mencapai ratusan hektare yang tersebar di sejumlah titik di Provinsi Riau.

Baca juga: Kemenhut intensifkan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Riau

Berdasarkan data operasional, titik kebakaran dengan luasan paling signifikan berada di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan estimasi lahan yang terbakar mencapai 53,3 hektare.

Kebakaran besar lainnya terpantau di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 22 hektare. Kondisi serupa terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti (Pelalawan) dengan luas terbakar 20 hektare dan Desa Talang Jerinjing (Inderagiri Hulu) seluas 15 hektare.

Beberapa wilayah lain yang masih dalam penanganan intensif meliputi Kabupaten Siak di Desa Merempan Hilir Kecamatan Mempura. Lalu di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis dan Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan.

Baca juga: BNPB: Dalam tiga bulan, 2.713 hektare lahan di Riau terbakar

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |