BKN ingatkan pemanfaatan AI tetap perlu disertai penilaian manusia

1 week ago 16

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) tetap perlu disertai penilaian dan pertimbangan manusia karena teknologi tersebut masih berpotensi menghasilkan informasi yang tidak sepenuhnya akurat.

"Jangan langsung juga percaya dengan Artificial Intelligence," kata Zudan dalam diskusi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kualitas jawaban yang dihasilkan AI sangat bergantung pada data dan informasi yang digunakan dalam proses pengembangannya.

Baca juga: Menkomdigi ungkap urgensi regulasi tata kelola AI di Indonesia

Baca juga: Pemerintah prioritaskan pengembangan talenta AI

Zudan mencontohkan pengalamannya saat mencoba bertanya kepada layanan AI mengenai profil dirinya. Meski beberapa informasi yang ditampilkan benar, sejumlah data lain tidak sesuai dengan fakta.

"Saya tanya, 'Meta, kamu kenal Zudan Arif Fakrulloh?' Dia jawab, 'Saya kenal'. Ditulis profesi guru besar, itu benar. Tetapi setelah itu mulai tidak tepat," ujarnya.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa AI masih dapat menghasilkan informasi yang keliru apabila sumber data yang digunakan tidak akurat atau tidak diperbarui.

Menurut dia, teknologi AI pada dasarnya akan menghasilkan keluaran yang mencerminkan kualitas informasi yang diberikan dalam proses pembelajaran sistem tersebut.

"Semakin banyak gurunya, semakin pintar. Kalau gurunya benar. Kalau gurunya mengisinya salah, ya AI itu seperti teko. Dia akan mengeluarkan air sebagaimana air yang diisikan ke dirinya," kata Zudan.

Karena itu, ia menilai pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan verifikasi dari manusia, terutama dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Meski demikian, Zudan menegaskan AI tetap memiliki peran penting dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, manajemen kepegawaian, hingga pencegahan dan penanganan kejahatan.

Menurut dia, teknologi tersebut dapat membantu pemerintah menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan personal kepada masyarakat.

"Artificial Intelligence bisa menjadi salah satu teman terbaik kita. Layanan yang cepat, layanan yang transparan, dan layanan yang sifatnya personal," ujarnya.​​​​​​​

Zudan berharap aparatur sipil negara semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital sekaligus mampu menggunakan AI secara bijaksana.

"Tetap Artificial Intelligence harus didampingi dengan hati nurani kita," katanya.

Baca juga: Menkomdigi ungkap perkembangan teranyar Perpes tata kelola AI

Baca juga: Menkomdigi minta industri tak cuma hadirkan inovasi tapi juga AI aman

Baca juga: Yandex berdayakan operator telekomunikasi kembangkan produk A

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |