BI: Neraca pembayaran harus diperkuat untuk mitigasi dampak perang

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan neraca pembayaran Indonesia harus diperkuat sehingga dapat memitigasi dampak perang di Timur Tengah.

“Neraca perdagangan pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 1 miliar dolar AS lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Desember 2025 sebesar 2,5 miliar dolar AS akibat perlambatan permintaan dunia terhadap ekspor non-migas,” ungkapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Selasa.

Aliran modal dan finansial pada Januari-Februari 2025 secara akumulatif mencatat net inflow sebesar 1,6 miliar dolar AS berkat topangan aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Pada Maret 2026, investasi portofolio mencatat net outflow sebesar 1,1 miliar dolar AS yang dipicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah.

Untuk posisi cadangan devisa (cadev) per akhir Februari 2026, tercatat sebesar 151,9 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Ke depan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan naiknya harga minyak global perlu mendapat perhatian karena dapat memperlebar defisit transaksi berjalan menuju batas atas kisaran defisit 0,9 persen sampai dengan 0,1 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto),” ujar Perry.

“Dalam kaitannya ini sinergi kebijakan untuk memperbaiki kinerja neraca pembayaran dan ketahanan eksternal termasuk membangun kepercayaan investor global perlu terus ditingkatkan,” ucap Gubernur BI.

Baca juga: BI yakin NPI 2026 tetap baik, defisit transaksi berjalan tetap rendah

Baca juga: BI nilai surplus neraca dagang awal 2026 topang ketahanan eksternal

Baca juga: Kemenkeu: Kinerja 2025 solid, jadi modal kuat untuk ekonomi 2026

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |