- Kamis, 5 Maret 2026 14:25 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng Irfan Sukarna (kedua kiri) bersama sejumlah pejabat daerah Sulteng memusnahkan uang rupiah tidak asli dengan memasukkannya ke mesin pencacah di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/3/2026). Bank Indoneisa (BI) Perwakilan Sulteng memusnahkan sekitar 5.000 lembar fisik uang rupiah tidak asli yang mencakup periode 2014-2025, baik yang diterima oleh BI sendiri maupun dari laporan hasil pengungkapan dari kepolisian. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/bar
Sejumlah petugas memasukkan uang rupiah tidak asli ke dalam mesin pencacah pada pemusnahan fisik uang rupiah tidak asli di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/3/2026). Bank Indoneisa (BI) Perwakilan Sulteng memusnahkan sekitar 5.000 lembar fisik uang rupiah tidak asli yang mencakup periode 2014-2025, baik yang diterima oleh BI sendiri maupun dari laporan hasil pengungkapan dari kepolisian. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/bar
Petugas memasukkan sisa uang rupiah tidak asli yang telah dicacah ke dalam kantongan plastik pada pemusnahan fisik uang rupiah tidak asli di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/3/2026). Bank Indoneisa (BI) Perwakilan Sulteng memusnahkan sekitar 5.000 lembar fisik uang rupiah tidak asli yang mencakup periode 2014-2025, baik yang diterima oleh BI sendiri maupun dari laporan hasil pengungkapan dari kepolisian. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/bar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































