BI: Momen penguatan ekonomi RI perlu dijaga di tengah perang Timteng

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memandang momentum penguatan pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus dijaga di tengah berlangsungnya perang di Timur Tengah.

"Ke depan, dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspons secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Selasa.

Perry menyampaikan sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral serta pemangku kepentingan lainnya makin diperkuat agar dapat menjaga permintaan domestik dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9 sampai 5,7 persen.

Keyakinan pelaku ekonomi, baik rumah tangga maupun dunia usaha, juga perlu terus dijaga, sehingga tetap dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi.

Berbagai program pemerintah yang berdampak kuat dalam mendorong pertumbuhan dan menyerap tenaga kerja dengan tetap menjaga ketahanan fiskal juga dapat terus dilanjutkan.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 diperkirakan akan meningkat dan cukup tinggi ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.

Konsumsi rumah tangga naik, didukung oleh peningkatan permintaan rumah tangga terkait perayaan hari besar keagamaan nasional (HKBN), sejalan perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan bersumber dari pemberian tunjangan hari raya (THR), belanja sosial pemerintah, dan berbagai insentif pemerintah lainnya.

Investasi juga diperkirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi pemerintah termasuk koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) dan investasi Danantara.

Baca juga: BI: Perang Timteng sejak Februari memperburuk prospek ekonomi global

Baca juga: Jaga rupiah dari dampak perang Timteng, BI-Rate tetap 4,75 persen

Baca juga: Tekanan eksternal tinggi, BI-Rate diproyeksikan bertahan di RDG Maret

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |