BGN: Uang pemerintah mengalir ke SPPG sebesar Rp1 triliun per hari

1 month ago 38
...Kalau saya analogikan itu seperti butiran air hujan yang mengalir dari langit langsung ke sel-sel dibawah

Manado (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengatakan, uang pemerintah yang dialirkan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata Rp1 triliun per hari.

"Kalau saya analogikan itu seperti butiran air hujan yang mengalir dari langit dari atas langsung ke sel-sel di bawah, langsung ke tanah dari Aceh sampai Papua, dari tingkat desa sampai metropolitan," kata Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya pada Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Manado, Jumat.

Dia menjelaskan, sebesar Rp122 miliar di antaranya diserap oleh satu koma dua juta relawan yang bekerja di SPPG.

"Nah untuk di Sulawesi Utara sendiri per hari Rp6.477.000 lebih, yang di antaranya Rp841.300.000 itu diserap oleh saudara-saudara kita yang berjumlah 8.413 orang," ujarnya.

Kemudian sebesar Rp3,8 miliar sehari uang dari pemerintah itu mengalir ke seluruh SPPG dari Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa sampai ke Kota Kotamobagu.

"Jumlahnya 179 SPPG," katanya menambahkan.

Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengatakan, "Mengalirnya ke mana (uang dari pemerintah)?"

Uang tersebut mengalir ke tukang beras, ke tukang ikan, tukang sayur, tukang buah, tukang telur ayam, tukang daging ayam.

"Jadi betul-betul mengalir," katanya menambahkan.

Inilah yang menurut Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, telah menghidupkan dan memutar perekonomian masyarakat di tingkat bawah dan memperkuat perekonomian kita.

Baca juga: BGN: Enam juta liter jelantah dari MBG berpotensi jadi energi hijau

Baca juga: BGN: SPPG baru wajib uji coba layanan dan latih penjamah makanan

Baca juga: BGN–BPOM teken perjanjian kerja sama perkuat pengawasan Program MBG

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |