Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mengevaluasi pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di sekolah-sekolah elit agar lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, menyebut penajaman sasaran atau refocusing ini dilakukan agar lebih tepat dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Selama ini, lanjut dia, MBG diberikan untuk seluruh anak sekolah, tanpa memandang sekolah tersebut masuk dalam golongan bawah, menengah ataupun atas.
"Iya benar (penataan kembali). Maksudnya yang mampu, yang kaya. Jadi, nanti misalnya sekolah-sekolah kaya," ujarnya.
Selain penyesuaian sasaran penerima manfaat, katanya, pemerintah juga tengah membahas aspek efisiensi dalam pelaksanaan program tersebut.
Namun, rincian mengenai langkah efisiensi yang akan diterapkan masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan.
Sebelumnya, Nanik mengemukakan program MBG akan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, lanjut Nanik, BGN telah mengeluarkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak melayani sasaran MBG 3B akan ditangguhkan.
Sementara untuk pembangunan SPPG di wilayah 3T, BGN akan melakukan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN.
Baca juga: BGN: MBG jadi instrumen strategis bangun generasi emas 2045
Baca juga: Menkes ungkap dukungan terhadap langkah BGN perbaiki tata kelola MBG
Baca juga: Menkes siapkan ahli kesehatan dan gizi dukung empat langkah tata ulang MBG
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































