Berapa lama kucing birahi? Ini penjelasan lengkapnya

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Perubahan perilaku pada kucing sering membuat pemilik bertanya-tanya, terutama saat kucing menjadi lebih vokal, gelisah, atau sangat manja. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, berapa lama kucing birahi berlangsung?

Masa birahi merupakan bagian alami dari siklus reproduksi kucing, namun durasi dan polanya tidak selalu sama pada setiap kucing. Dengan memahami berapa lama kucing birahi serta bagaimana pola yang terjadi, pemilik dapat lebih siap menghadapi perubahan perilaku kucing dan memberikan perawatan yang tepat tanpa kepanikan.

Berikut ini uraian lanjutan mengenai masa birahi kucing, faktor-faktor yang mempengaruhi siklus birahi, serta seberapa sering kucing mengalaminya. Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Kapan kucing bisa birahi? Kenali umur dan faktor yang mempengaruhinya

Baca juga: Cara merawat kucing setelah sterilisasi agar cepat pulih dan sehat

Lama masa birahi pada kucing

Memahami masa birahi kucing menjadi langkah penting bagi pemilik untuk memberikan perawatan terbaik. Fase ini memiliki ciri khas yang mempengaruhi perilaku dan keseharian kucing.

Masa birahi adalah bagian dari siklus reproduksi kucing betina, yang dikenal juga sebagai estrus. Pada fase ini, kucing siap untuk kawin dan menunjukkan perubahan perilaku yang khas.

Pemahaman tentang masa birahi kucing membantu dalam mengantisipasi kebutuhan mereka. Hal ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta mencegah perkawinan yang tidak diinginkan.

Masa birahi pada kucing umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Namun, pada beberapa kucing, fase ini bisa hanya terjadi selama beberapa hari, sementara pada kondisi tertentu dapat memanjang hingga hampir tiga minggu. Perbedaan durasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti usia, ras, serta kondisi kesehatan kucing.

Siklus birahi dapat muncul berulang kali dalam setahun, terutama pada periode musim kawin. Kucing yang masih muda biasanya memiliki masa birahi yang relatif lebih singkat dibandingkan kucing yang usianya lebih dewasa. Dengan memperhatikan lamanya masa birahi, pemilik dapat menyesuaikan perawatan dan pengawasan terhadap kucing peliharaannya.

Faktor yang mempengaruhi siklus birahi

Pola birahi kucing tidak lepas dari pengaruh usia, kondisi fisik, jenis ras, serta perubahan musim. Kucing yang berada dalam kondisi sehat umumnya memiliki siklus birahi yang lebih teratur dibandingkan kucing yang sedang mengalami gangguan kesehatan.

Baca juga: Cara efektif agar kucing peliharaan tidak kencing sembarangan di rumah

Selain itu, ras tertentu seperti Siamese dikenal memiliki frekuensi birahi yang lebih sering dibandingkan ras lainnya. Faktor musim juga turut berperan, di mana birahi cenderung lebih aktif terjadi saat cuaca hangat atau memasuki musim panas. Dengan memahami faktor-faktor ini, pemilik dapat lebih siap dalam mengelola perilaku kucing selama masa birahi.

Seberapa sering kucing mengalami birahi

Kucing betina dapat mengalami masa birahi beberapa kali dalam setahun, khususnya saat musim kawin berlangsung. Pada umumnya, siklus ini dapat muncul setiap dua hingga tiga minggu. Namun, frekuensi tersebut bisa meningkat tergantung pada kondisi tertentu, seperti lingkungan dan status reproduksi kucing.

Kucing yang belum disteril cenderung mengalami birahi lebih sering. Oleh karena itu, mempertimbangkan tindakan sterilisasi menjadi salah satu langkah yang banyak dipilih untuk mengurangi frekuensi birahi sekaligus menjaga kesehatan kucing dalam jangka panjang.

Cara membantu menenangkan kucing saat birahi

Untuk membantu mengurangi kegelisahan kucing selama masa birahi, pemilik bisa menyediakan mainan interaktif agar perhatian kucing teralihkan. Menjaga kucing tetap berada di dalam rumah juga penting guna mencegah terjadinya perkawinan yang tidak direncanakan.

Menciptakan suasana yang tenang, dengan meminimalkan suara bising, dapat membuat kucing merasa lebih nyaman. Selain itu, memberikan perhatian dan sentuhan lembut juga dapat membantu menenangkan kucing. Jika perilaku birahi dirasa berlebihan atau sulit dikendalikan, berkonsultasi dengan dokter hewan bisa menjadi solusi terbaik.

Baca juga: Sterilisasi kucing: Manfaat dan efek samping yang perlu diketahui

Baca juga: Prosedur sterilisasi kucing dari persiapan hingga pemulihan

Baca juga: Waspadai saat kucing tidur terlalu lama, bisa-bisa penyebabnya ini

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |