Wonosobo (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Program Bakti BCA turut berkontribusi dalam mengembangkan potensi ekonomi Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
VP Corporate Social Responsibility BCA Nona Faletta mengatakan kehadiran Bakti BCA di Desa Patakbanteng Kecamatan Kejajar masih berada pada tahap awal penyusunan program pendampingan.
"Bakti BCA hadir di Desa Patakbanteng relatif baru. Kita sedang dalam tahap menyelesaikan rancangan program," ujar Nona kepada wartawan dikutip di Wonosobo, Kamis.
Pengembangan desa wisata memiliki tiga fase utama. Fase pertama difokuskan pada penyusunan desain program berdasarkan potensi dan peluang usaha yang telah diidentifikasi masyarakat desa.
"Menggali gap potensi dan kompetensi yang masih ada. Nanti kita akan isi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia seperti apa yang akan cocok," kata dia.
Selanjutnya, fase kedua merupakan fase enabler yang akan berfokus pada penguatan kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa wisata. Tahap ini direncanakan berlangsung selama satu tahun.
Adapun fase ketiga diarahkan pada perluasan akses pasar dan promosi Desa Wisata Patakbanteng kepada masyarakat yang lebih luas.
"Mungkin masih banyak tempat-tempat lain yang belum mengetahui bahwa Patakbanteng bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk mereka bisa berwisata. Atau mungkin belajar sesuatu tentang nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat," kata Nona.
BCA juga memastikan program yang dijalankan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Baca juga: BCA-Astindo ajak wisatawan mancanegara kunjungi Bukit Peramun Belitung
Baca juga: BCA beri kesempatan mahasiswa belajar jadi profesional melalui BBI
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menilai, Desa Patakbanteng memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
“Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya. Melalui strategi pendampingan menyeluruh, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan akses pasar, kami ingin memastikan seluruh desa binaan dapat naik kelas menjadi komunitas yang unggul dan berdaya,” kata Hera.
Selain pendampingan desa, Patakbanteng juga menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Genera-Z Berbakti 2026.
Program tersebut merupakan call for proposal bagi kelompok mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat di desa binaan Bakti BCA.
Pada Juli 2026, salah satu tim pemenang program akan menjalani live in dan mengimplementasikan inovasi sosial di Desa Patakbanteng.
Sementara, Kepala Desa Wisata Desa Patakbanteng, Solikin, bercerita desa tersebut pernah mewakili Kabupaten Wonosobo dalam lomba desa wisata pada 2024 dan meraih juara pertama kategori resiliensi.
"Kategori resiliensi itu berkaitan dengan teman-teman yang menjadi pengelola (tempat wisata) itu semua sudah bersertifikat rescue dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dari situ dilihat nilai ekonomi dengan kegiatan pariwisata itu memang sudah sangat membantu," ujarnya.
Menurut Solikin, sektor pariwisata sudah menciptakan peluang ekonomi yang cukup besar bagi warga.
Selain pariwisata, Patakbanteng dikenal sebagai sentra pertanian kentang dan tanaman purwaceng.
Desa tersebut juga memiliki industri rumahan yang memproduksi manisan carica dan keripik kentang.
Meski demikian, Solikin mengakui minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah.
Karena itu, pihaknya berupaya mengembangkan konsep agrowisata untuk memperkenalkan pertanian kepada wisatawan sekaligus menarik minat generasi muda.
"Karena petani itu kebutuhan pokok di negara kita. Jadi, kita ingin mengembangkan agrowisata. Bagaimana caranya agar tamu-tamu yang datang ke Patakbanteng itu bisa belajar menanam, melihat proses panen secara langsung dengan pemandangan alam yang seperti ini," ujar Solikin.
Baca juga: BCA dukung penyiapan SDM unggul lewat program kuliah umum
Baca juga: BCA bangun sumber listrik dan air bersih di Aceh Tamiang
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































