BBMKG : masyarakat waspadai potensi rob di Bali akibat Super New Moon

1 week ago 7
rob selain dipicu bulan baru juga fase bulan perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi pada 15 Juni 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Denpasar (ANTARA) - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi rob atau banjir pesisir di sejumlah pesisir di Bali, dipicu fenomena Super New Moon atau bulan baru yang diprakirakan pada 12-20 Juni.

“Potensi banjir pesisir ini berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Kamis.

Ia menjelaskan, rob selain dipicu bulan baru juga fase bulan perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi pada 15 Juni 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, rob berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Jembrana, Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, Pesisir Kabupaten Badung, Pesisir Kota Denpasar, Pesisir Kabupaten Gianyar dan Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.

Adapun dampak rob, kata Cahyo, berpotensi mempengaruhi aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir dan aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Pihaknya mengimbau masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infobmkg, @bmkgbali dan aplikasi Info BMKG serta melalui laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg.go.id.

Baca juga: BMKG ingatkan potensi banjir pesisir di sebagian wilayah Maluku

Baca juga: BPBD: Sejumlah wilayah di Jakut berpotensi terdampak banjir rob

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |