Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan ketahanan air, energi dan pangan menjadi dasar dalam rencana pembangunan jangka panjang Indonesia tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 Yayasan KEHATI di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa neksus antara air (water), energi (energy) dan pangan (food) atau WEF Nexus sudah masuk dalam RPJPN 2025-2045 sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan baik pusat maupun daerah.
"Salah satu game changer-nya adalah untuk mencapai sasaran tersebut adalah WEF Nexus agar pemenuhan pangan, energi dan air ini bisa seimbang, tidak ada trade off," kata Dadang.
"Karena kalau kita mementingkan salah satu sumber daya tentu yang lain akan terpengaruh," tambahnya.
Hal itu sesuai dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Baca juga: Kemdiktisaintek-Bappenas perkuat data, bangun ekosistem talenta RI
Dia memberikan contoh beberapa kegiatan prioritas utama dalam mewujudkan WEF Nexus tersebut yaitu untuk air yaitu konservasi sumber daya air, pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) terintegrasi dari hulu ke hilir, penyediaan dan pengawasan sanitasi aman dan berketahanan iklim serta pengemangan terpadu pesisir.
Indikasi kesuksesannya termasuk peningkatan kapasitas penampungan air per kapita, meningkatnya air minum jaringan perpipaan dan rumah tangga yang terlayani air minum aman, menurunnya lahan kritis dan peningkatan rumah tangga yang terlayani sanitasi.
Sementara di sektor pangan, pemerintah menargetkan pengembangan kawasan sentra produksi pangan serta jenis pangan baik akuatik, hewani dan pangan lokal serta nabati.
Di bidang energi, prioritas untuk dikembangkan dalam periode 2025-2045 termasuk peningkatan penyediaan energi, peluasan akses dan jangkauan layanan energi serta penguatan implementasi transisi energi berkeadilan.
Baca juga: Bappenas: Rencana induk pascabencana Sumatera harus segera jalan
"Jadi keamanan nasional satu negara ini harus didukung oleh ketahanan energi, pangan, dan air. Kemudian tadi saya sampaikan ada kolaborasi lintas sektor dan juga perlu adanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kapasitas lingkungan sebagai landasan atau pembangunan jangka panjang dan tadi WEF Nexus merupakan prasyarat kita bisa bertumbuh secara berkelanjutan," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer Advokasi Lingkungan Yayasan KEHATI Muhamad Burhanudin menjelaskan lewat IEO 2026 mendorong tiga skenario perubahan kebijakan menghindari krisis lingkungan berdampak pada ketahanan pangan, energi dan air.
Ketiga usulan tersebut yaitu transformasi sistemik tata kelola sumber daya alam, integrasi kebijakan lintas sektor melalui pendekatan neksus dan pemulihan ekosistem dan penguatan peran masyarakat di tingkat tapak.
Baca juga: Menteri PPN: Desain besar MTN bagian penting pembangunan nasional
Baca juga: Kepala Bappenas sebut akurasi data kunci efektivitas kebijakan
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































