Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan pembangunan kekuatan pertahanan maritim merupakan elemen strategis dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
“Indonesia adalah negara besar, baik dari sisi wilayah maupun posisi strategisnya. Kita berada di antara dua benua dan dua samudra. Karena itu, kita harus menempatkan diri sebagai big nation. Negara besar harus kuat. Kekuatan itu tidak hanya tercermin dari pembangunan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kedaulatan dan keamanan wilayahnya,” ucapnya saat memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), sebagaimana keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Senin.
Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, lanjutnya, kekuatan maritim dan Angkatan Laut menjadi semakin penting, bukan hanya hari ini, tetapi juga pada masa yang akan datang.
Rachmat Pambudy memandang pertahanan harus dilihat sebagai investasi pembangunan jangka panjang.
Laut Indonesia yang mencakup dua pertiga wilayah Indonesia dinilai menyimpan potensi ekonomi, meliputi sumber daya energi baru dan terbarukan, perikanan, serta posisi strategis dalam perdagangan global. Namun, Indonesia juga menghadapi risiko bencana yang tinggi karena berada di kawasan ring of fire.
Untuk itu, pengamanan ruang maritim dianggap menjadi prasyarat bagi terwujudnya kemakmuran nasional.
Pembangunan pertahanan disebut harus sejalan dengan prinsip capability-based planning, efektivitas anggaran, dan penguatan industri pertahanan nasional agar mampu menjawab tantangan peperangan modern yang semakin multi dimensi.
“Masa depan Indonesia bukan hanya berada di daratan, tetapi juga di laut. Bahkan sejarah kejayaan bangsa ini dibangun melalui penguasaan ruang maritim. Sriwijaya, Majapahit, dan berbagai kerajaan besar Nusantara menunjukkan bahwa ketika ruang maritim kita kuat, bangsa ini kuat," kata Menteri PPN.
"Sebaliknya, ketika kemampuan menjaga laut melemah, berbagai sumber daya dan peluang ekonomi ikut hilang. Karena itu, pertahanan maritim harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional,” ujar dia.
Baca juga: Jepang-Indonesia jajaki kerja sama pertahanan maritim
Baca juga: Kemenhub perkuat digitalisasi layanan maritim lewat MaritimHub
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































