Batam (ANTARA) - PT Bandara Internasional Batam (BIB) selaku pengelola Bandar Udara Internasional Hang Nadim memastikan penerbangan internasional rute Batam, Kepulauan Riau - Jeddah, Arab Saudi, maupun rute sebaliknya, masih berjalan dengan normal dan sesuai jadwal.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Annang Setia Budhi menegaskan ini di tengah dinamika situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang sedang menjadi perhatian dunia.
"Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi yang terjadi di Timur Tengah dan senantiasa berkoordinasi secara aktif dengan pihak maskapai serta entitas terkait,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.
Sebagai informasi, penerbangan umrah dari Batam menuju Jeddah menggunakan maskapai Lion Air dengan tipe pesawat A-330 memiliki frekuensi penerbangan 2 kali dalam 1 minggu, yakni kedatangan pada hari Rabu dan keberangkatan pada hari Sabtu.
Ia juga mengatakan penerbangan rute internasional tersebut, dan juga rute internasional lainnya, seperti menuju Incheon dan Kuala Lumpur, juga tetap beroperasi.
“Penerbangan rute internasional Jeddah - Batam dan rute internasional lainnya yang beroperasi melalui Bandara Internasional Hang Nadim tetap beroperasi secara normal," kata Annang.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada pembatalan maupun perubahan signifikan pada jadwal penerbangan akibat situasi tersebut.
"Prioritas kami adalah memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa, khususnya dalam hal ini adalah para jamaah yang sedang melaksanakan ibadah umrah,” kata dia.
PT BIB akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala jika terdapat penyesuaian operasional di kemudian hari demi menjamin aspek keselamatan penerbangan.
Baca juga: Bandara Hang Nadim Batam tambah rute internasional Batam-Kuala Lumpur
Baca juga: BIB komitmen bangun terminal 2 di 2026 wujudkan Batam pusat logistik
Baca juga: Kemenhub-Bandara Internasional Batam sinergi tata kelola jasa bandara
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































