Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan negara akan tetap hadir menjaga kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar masyarakat tidak terbebani, meski harga minyak dunia masih dipengaruhi dinamika geopolitik global.
Menurut Bahlil, pasokan energi nasional, termasuk liquefied petroleum gas (LPG), bensin, maupun solar, terus dijaga agar tidak terjadi kelangkaan. Subsidi BBM akan tetap berada dalam kendali pemerintah hingga Lebaran, dan diharapkan dapat terus berlanjut ke depannya.
“Menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi. Berapa harga subsidinya, itu kita lihat perkembangan politik,” ujar dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.
Ia juga menyinggung harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel.
“Kalau masih 100 dolar AS, Insyaallah masih dalam koridor APBN. Masih bisa kita exercise. Tapi ini masih dalam pembahasan,” katanya.
Lebih lanjut, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional, termasuk BBM, LPG dan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman hingga momen Lebaran 2026.
Ia juga menegaskan bahwa stok energi nasional masih sesuai dengan standar minimal.
“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” ujar dia.
Ketika ditanya mengenai ketersediaan energi pasca Lebaran, Bahlil mengatakan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setelah Maret.
“Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi setelah Maret pun sudah kita siapkan. Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di Indonesia,” ujar dia.
Ia menambahkan Indonesia mendapat sedikit angin segar dengan adanya kebijakan tutup-buka di Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut memungkinkan kapal-kapal dari negara selain Israel dan Amerika Serikat untuk kembali melakukan komunikasi, yang dinilai sebagai perkembangan positif bagi stabilitas pasokan energi.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































