Jakarta (ANTARA) - Organisasi Aqsa Working Group (AWG) menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggelorakan semangat solidaritas Palestina sepanjang tahun, meski Bulan Solidaritas Palestina (BSP) yang digelar November ini berakhir pada Ahad.
“Sejak 7 Oktober 2023, dunia tidak pernah ‘se-Palestina’ ini. Kami akan terus menyuarakan Palestina dan jangan sampai isu Palestina tertutup isu-isu lain,” kata Ketua Penyelenggara Bulan Solidaritas Palestina 2025 Nur Hadis.
Ditemui di sela-sela penutupan BSP 2025 oleh AWG di Masjid Istiqlal Jakarta, ia mengatakan pihaknya mendorong masyarakat Indonesia agar selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina, khususnya saat momentum dukungan terhadap Palestina semakin menyebar ke seluruh dunia.
Menurut Nur Hadis, salah satu pesan yang ingin disampaikan AWG adalah bahwa yang terjadi di tanah Palestina saat ini merupakan penjajahan oleh Zionis Israel, sehingga ia menilai kurang tepat apabila situasi di sana dinarasikan sekadar sebagai konflik atau peperangan semata.
“Terlebih, konstitusi Indonesia menyatakan bahwa kita tidak mendukung penjajahan satu negara terhadap negara lain, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” kata ketua panitia BSP 2025 itu.
Baca juga: AWG-UAR bakal gelar apel 1.000 relawan untuk bangun ulang Gaza
Nur Hadis menjabarkan bahwa sepanjang BSP 2025, pihaknya telah melakukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Palestina, seperti melalui bakti sosial, perlombaan, hingga pengibaran bendera di Sungai Kapuas dan Sungai Mahakam di Pulau Kalimantan.
Aktivitas kampanye perjuangan Palestina, kata dia, dilaksanakan di sekolah, kampus, masjid, serta perkumpulan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
Pihaknya turut menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah tentang Palestina tingkat perguruan tinggi melalui kerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tunisia, yang diikuti 17 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai negara.
Dalam rangka mendukung advokasi Palestina, AWG akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, serta TNI dan Polri, kata dia.
“Tujuan kami adalah mewujudkan Palestina merdeka dan memastikan umat Islam bisa beribadah di masjid mereka sendiri, yaitu Masjid Al-Aqsa, yang masih dijajah Zionis Israel,” kata Nur Hadis.
Baca juga: AWG kecam keras AS yang tolak berikan visa kepada pejabat Palestina
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































