Astra Tol Cipali: Arus kendaraan naik 19,9 persen jelang mudik Lebaran

1 hour ago 1

Cirebon (ANTARA) - Astra Tol Cipali, pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Jawa Barat mencatat arus kendaraan yang melintas meningkat 19,9 persen pada 13 Maret 2026 atau menjelang masa mudik Lebaran.

“Secara keseluruhan, saat ini volume lalu lintas terpantau meningkat 19,9 persen dibandingkan volume pada jam yang sama kemarin,” kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya di Cirebon, Jabar, Jumat.

Ia menjelaskan peningkatan volume kendaraan di Jalan Tol Cipali, terpantau berdasarkan data lalu lintas dari pukul 00.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Ardam menyebutkan selama periode tersebut, terdapat sekitar 18,8 ribu kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon.

Sementara pada arah sebaliknya, kata dia, tercatat sekitar 13,7 ribu kendaraan melintasi Cikopo menuju Jakarta pada periode waktu yang sama.

“Meski demikian, kondisi arus lalu lintas di ruas Tol Cipali pada Jumat siang hingga sore masih terpantau lancar,” katanya.

Pihaknya memprediksi volume kendaraan akan terus naik, seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui ruas tol tersebut.

Selain itu, ia menyampaikan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat instansi, pembatasan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih, telah diberlakukan mulai hari ini pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan kepolisian serta pemangku kepentingan terkait, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran 2026,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau para pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman saat berkendara, serta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol.

Sementara itu, Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menyampaikan sebanyak 11 pos pengamanan telah disiapkan di sejumlah titik strategis guna mendukung pelayanan kepada para pemudik.

Ia mengemukakan pos tersebut terdiri atas pos pelayanan, pos pengamanan, serta satu pos terpadu yang berada di KM 188 yang berkolaborasi dengan Korlantas Polri dan instansi terkait lainnya.

Puncak arus mudik, lanjut dia, diperkirakan terjadi secara bertahap dalam beberapa gelombang, dengan estimasi awal mulai terlihat pada 14 Maret 2026.

Namun demikian, pihaknya masih terus memantau kondisi arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun jalan tol sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas tertentu.

“Untuk rekayasa seperti one way di jalan tol merupakan kewenangan Korlantas Polri, sehingga kami menunggu arahan dari pimpinan sesuai jumlah kendaraan yang melintas,” ujarnya.

Baca juga: Jalan tol seksi II Rangkasbitung - Cileles dibuka tanpa tarif

Baca juga: DPR RI soroti kerusakan jalan Tol Jakarta-Tangerang

Baca juga: Jasa Marga akan berlakukan diskon tarif 30 persen di 9 ruas tol

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |