Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menginisiasi aksi solidaritas "Apkasi Peduli Bencana" selama dua minggu ke depan untuk mengumpulkan donasi dari berbagai pemerintah kabupaten (Pemkab) guna disalurkan kepada korban bencana alam di Sumatera dan Jawa.
Ketua Harian Apkasi Dadang Supriatna, yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung, meminta seluruh jajaran dewan pengurus dan anggota Apkasi untuk bergotong royong meringankan beban pemerintah daerah di wilayah terdampak bencana.
"Mudah-mudahan dalam waktu dua minggu ke depan, donasi kami sudah terkumpul dan segera kami distribusikan kepada anggota Apkasi yang terdampak," ujar Dadang Supriatna dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Ia telah menginstruksikan Sekretariat Apkasi untuk mengoordinasikan penggalangan dana tersebut secara transparan dan akuntabel.
Baca juga: Pangdam IM pastikan bantuan korban banjir segera disalurkan
Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi pun turut menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa yang mencapai ratusan orang akibat banjir bandang, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama. Bencana alam ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat," kata Bupati Lahat tersebut.
Ia meminta seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, memperbarui data wilayah rawan bencana, menyusun rencana kontinjensi, melaksanakan pelatihan dan simulasi tanggap darurat secara rutin, hingga memperkuat koordinasi mitigasi bencana dengan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan di lapangan.
Pihaknya berharap pemberian bantuan tanggap darurat serta penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat dapat meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian materiil yang mungkin terjadi akibat bencana.
Baca juga: BUMN anggota Danantara salurkan bantuan bagi korban banjir Sumatera
"Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisasi, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian materiil. Mari kita bergandeng tangan," ucap Bursah Zarnubi.
Senada, Sekretaris Jenderal Apkasi Joune Ganda mengingatkan para bupati untuk menjadikan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem periode November 2025 hingga Januari 2026 sebagai pedoman dalam mengambil kebijakan mitigasi bencana selama beberapa bulan ke depan.
Bahkan, Bupati Minahasa Utara tersebut telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Alam di wilayahnya selama 130 hari, mulai 12 November 2025 hingga 21 Maret 2026.
Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah No 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
"Keputusan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu musim hujan," kata Joune Ganda.
Baca juga: Seskab: 11 heli angkut bantuan ke lokasi bencana di Sumatera
Baca juga: Menko IPK: Bantuan bagi korban bencana di Sumatera sudah mulai dikirim
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































