ASDP perkuat kesiapsiagaan personel hadapi kondisi darurat

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membekali personel lintas cabang melalui sertifikasi pemadam kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat serta kemampuan penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun sistem keselamatan yang efektif, terutama agar personel mampu mengambil tindakan yang tepat pada fase awal keadaan darurat.

“Keselamatan tidak hanya dibangun melalui ketersediaan sarana dan prosedur, tetapi juga kesiapan personel dalam memahami risiko dan mengambil tindakan yang tepat," kata Windy terkonfirmasi di Jakarta, Senin.

ASDP memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pembinaan dan sertifikasi pemadam kebakaran yang diikuti personel dari sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Program yang berlangsung pada 12-22 September 2026 di Kantor Pusat ASDP itu membekali peserta dengan kemampuan pencegahan hingga penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja.

Windy menyebutkan peserta program tersebut berasal dari Cabang Merak, Bakauheni, Ketapang, Balikpapan, Ternate, Ambon, serta Kantor Pusat. Setelah menjalani serangkaian pembelajaran teori dan praktik lapangan, peserta akan mengikuti ujian sertifikasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

"Melalui pembinaan dan sertifikasi ini, kami ingin memastikan personel memiliki kemampuan yang memadai untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Windy.

Baca juga: ASDP optimalkan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk urai antrean

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi potensi bahaya kebakaran, sistem proteksi kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, prosedur tanggap darurat, serta pertolongan pertama.

Materi tersebut diperkuat melalui praktik lapangan sehingga peserta tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu mengimplementasikannya ketika menghadapi kondisi darurat.

Penguatan kompetensi tersebut merupakan bagian dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan ASDP.

Dalam penerapannya, SMK3 menempatkan pencegahan dan pengurangan risiko kecelakaan kerja serta penciptaan tempat kerja yang aman sebagai bagian penting dalam pengelolaan keselamatan.

Penanggulangan kebakaran di tempat kerja juga tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup pengendalian potensi bahaya, penyediaan sarana deteksi dan alarm, peralatan pemadam dan evakuasi, pembentukan unit penanggulangan kebakaran, serta pelaksanaan latihan secara berkala.

Windy berharap keterlibatan personel dari berbagai cabang tersebut dapat memperluas penguatan kesiapsiagaan hingga ke wilayah operasional perusahaan.

Selain itu, kompetensi yang diperoleh tidak berhenti pada sertifikasi. ASDP berharap peserta dapat menerapkannya pada unit kerja masing-masing, memahami perannya dalam kondisi darurat, dan turut membangun kesiapsiagaan bersama.

"Respons awal yang cepat dan tepat sangat penting untuk melindungi pekerja, pengguna jasa, maupun aset perusahaan,” tutur Windy.

Melalui peningkatan kompetensi personel secara berkelanjutan, ASDP terus memperkuat penerapan K3 sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus mendukung keberlangsungan operasional dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Dirut ASDP sebut antrean Ketapang-Gilimanuk berhasil terurai

Baca juga: ASDP optimalkan penyeberangan Merak-Bakauheni, keselamatan prioritas

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |