Jakarta (ANTARA) - Perwakilan Tim Sidang Kategorisasi AMI, Syahrani mengatakan bahwa Anugerah Musik Indonesia masih dalam proses pembahasan mengenai kecerdasan artifisial (AI) dalam musik.
Pembahasan itu, kata Syahrani, berdasarkan informasi yang diterimanya masih mengikuti Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri). Secara keseluruhannya masih dalam pembahasan sebagai subjek hukum untuk penerima anugerah itu seperti apa pola-polanya harus dibuat terlebih dahulu.
“Jadi apakah itu 50 persen apa liriknya doang, atau misalnya semua musiknya, musisinya digantiin oleh AI dan segala macam, itu kan banyak sekali pernik-pernik kecil-kecilnya. Karena itu masih belum ditengarai apakah itu bisa masuk ke dalam nantinya sebuah klasifikasi sendiri atau belum,” ujar Syahrani saat ditemui media di Jakarta, Senin.
Baca juga: Kemenbud dorong AMI Awards jaga ekosistem musik nasional
Baca juga: Deretan nominasi kategori Ami Awards 2026
Hal ini lantaran, lanjut Syahrani, klasifikasi soal AI dalam musik itu akan menimbulkan berbagai pertanyaan dan banyak karya yang diproduksi dengan teknologi tersebut. Karena itu, diperlukan perangkat atau software untuk mendeteksi penggunaan AI yang tentunya membutuhkan modal.
“Itu kan bukannya sesuatu yang bisa didapat dengan apa ada begitu aja. Jadi itu masih dalam proses. Doain semoga ini semuanya bisa berjalan karena saya rasa di seluruh dunia juga memproses permasalahan ini,” tutur dia.
Lebih lanjut, Syahrani juga mengatakan tantangan buat ke depan AMI Awards karena yang mulai menjadi pembicaraan salah satunya produksi yang berbasis AI.
"Dan itu memang akan menjadi pemikiran yang cukup panjang dan diskusi yang cukup panjang juga. Ini PR-nya banyak ya. Itu sih lebih ke situ," kata dia.
Ketua Umum Anugerah Musik Indonesia (AMI) Candra Darusman menilai bahwa penggunaan AI tidak bisa dipungkiri, namun, teknologi tersebut hanya sebagai asisten alat bantu.
Menurut Candra, karena pada akhirnya hati kreatornya yang akan menonjol, AI merupakan kumpulan dari warna-warna musik yang dibuat oleh manusia.
“Jadi bagaimana memadukannya itu kita tidak bisa menutup mata, tapi tetap peran manusia itu lebih dominan daripada mesinnya gitu, daripada teknologinya,” kata Candra.
Baca juga: Kategori baru AMI Awards 2026 ada musik etno hingga hipdut
Baca juga: Daftar pemenang AMI 2025
Baca juga: Baskara Putra borong lima piala dalam AMI 2025
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































