Apa Itu etomidate? Obat anestesi yang ditemukan dalam vape

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Nama etomidate tengah menjadi perhatian setelah zat tersebut ditemukan dalam cairan rokok elektronik atau vape yang beredar secara ilegal. Zat ini sebenarnya dikenal dalam dunia medis sebagai obat anestesi, tetapi penggunaannya melalui vape bukan merupakan cara pemberian yang diperuntukkan dalam pengobatan.

Kasus peredaran vape yang mengandung etomidate kembali mencuat pada September 2026 setelah aparat mengungkap sejumlah jaringan peredaran cairan vape tersebut. Pada 11 September 2026, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyita 531 cartridge vape yang mengandung etomidate dengan nilai sekitar Rp1,593 miliar.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga mengungkap temuan etomidate dalam pengujian ratusan sampel cairan vape. BNN menyebut 23 dari 341 sampel yang diperiksa mengandung etomidate.

Lantas, apa sebenarnya etomidate dan mengapa zat tersebut berbahaya jika disalahgunakan melalui vape?

Baca juga: Polda Metro Jaya bongkar peredaran 518 kartrid etomidat di dua lokasi

Apa itu etomidate?

1. Obat anestesi untuk keperluan medis

Etomidate merupakan obat anestesi yang digunakan untuk menginduksi anestesi umum. Dalam penggunaan medis, etomidate diberikan melalui suntikan intravena oleh tenaga kesehatan yang terlatih dalam pemberian anestesi.

Obat tersebut bekerja cepat pada sistem saraf pusat. Informasi obat resmi menyebut pemberian etomidate secara intravena dapat menghasilkan efek anestesi dalam waktu sekitar satu menit, dengan durasi yang relatif singkat pada dosis tertentu.

Dengan demikian, etomidate bukan merupakan bahan yang dirancang untuk dicampurkan ke dalam cairan vape atau digunakan dengan cara dihirup.

2. Memiliki efek terhadap kesadaran

Etomidate digunakan dalam prosedur medis karena kemampuannya menghasilkan kondisi anestesi atau hilangnya kesadaran sementara. Karena efeknya tersebut, penggunaannya memerlukan pengawasan tenaga medis dan fasilitas yang memadai.

Informasi obat resmi juga menyebut etomidate tidak memiliki aktivitas analgesik atau efek penghilang rasa sakit.

Baca juga: Polisi bongkar peredaran vape etomidate dari WN China

Mengapa etomidate dalam vape berbahaya?

1. Cara penggunaannya tidak terkontrol

Etomidate yang digunakan secara medis memiliki dosis dan cara pemberian yang ditentukan oleh tenaga kesehatan. Kondisinya berbeda dengan cairan vape ilegal yang komposisi, konsentrasi, dan dosis zat yang masuk ke tubuh tidak dapat dipastikan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Juni 2026 telah mengingatkan mengenai penyalahgunaan obat dan narkotika melalui perangkat vape. Lembaga tersebut menyebut perkembangan zat psikoaktif baru semakin kompleks dan dapat dikamuflasekan dalam berbagai bentuk.

2. Dapat memengaruhi sistem pernapasan

Dalam penggunaan medis, etomidate dapat menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan pernapasan. Informasi obat mencatat kemungkinan terjadinya hipoventilasi atau berkurangnya ventilasi, apnea atau berhentinya napas sementara, serta laringospasme atau kejang pada saluran pernapasan.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena penggunaan melalui vape tidak dilakukan dengan pemantauan medis seperti dalam prosedur anestesi.

3. Dapat menyebabkan gangguan kesadaran

Karena etomidate merupakan obat anestesi, penyalahgunaannya dapat memengaruhi tingkat kesadaran. Penggunaan tanpa pengawasan juga membuat efek yang dialami seseorang sulit diprediksi, terutama ketika jumlah zat yang masuk ke tubuh tidak diketahui secara pasti.

Baca juga: Pakar nilai pengawasan atas rantai pasok "etomidate" perlu diperketat

Etomidate masuk narkotika golongan II di Indonesia

Di Indonesia, etomidate telah masuk dalam daftar Narkotika Golongan II melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 28 November 2025.

Perubahan status tersebut membuat penanganan terhadap penyalahgunaan dan peredaran etomidate memiliki dasar hukum dalam regulasi narkotika.

Pada September 2026, kepolisian juga mengungkap jaringan peredaran vape yang mengandung etomidate. Polresta Bandara Soekarno-Hatta menyebut jaringan tersebut melibatkan bandar asal warga negara asing dan sejumlah pihak di Indonesia.

Kasus tersebut turut menyeret selebgram Julia Prastini atau Jule. Polda Metro Jaya menyatakan hasil pemeriksaan urine Jule positif mengonsumsi etomidate yang digunakan dalam cairan vape.

Sementara itu, BPOM menyatakan siap membantu kepolisian melalui pengujian etomidate maupun pemberian keterangan ahli dalam penanganan kasus penyalahgunaan cairan vape yang mengandung zat tersebut.

Dengan demikian, etomidate pada dasarnya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam prosedur medis dan bukan zat yang diperuntukkan untuk cairan vape. Penggunaannya melalui vape secara ilegal memiliki risiko karena dosis dan komposisinya tidak terkontrol serta dapat memengaruhi kesadaran dan sistem pernapasan.

Baca juga: Polres Jakbar ungkap peredaran narkoba etomidate di Kelapa Gading

Baca juga: Dampak zat "etomidate", dari tremor hingga kematian

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |