AS: Negara NATO tak mampu produksi amunisi sesuai kebutuhan masa depan

4 hours ago 7

Moskow (ANTARA) - Negara-negara anggota NATO saat ini belum siap memproduksi amunisi dengan kecepatan yang akan dibutuhkan di masa depan, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat.

“Jelas bagi dunia, bagi kita semua di aliansi dan di luar aliansi, bahwa saat ini kita tidak mampu memproduksi amunisi pada tingkat yang diperlukan untuk kebutuhan di masa depan. Ini adalah sesuatu yang harus diatasi, sesuatu yang dapat kita kerjakan bersama. Ini adalah sesuatu yang ingin kami kerjakan bersama,” kata Rubio dalam pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Swedia.

Rubio mengatakan para menteri bertemu untuk mempersiapkan dasar bagi apa yang ia sebut kemungkinan sebagai “salah satu pertemuan puncak para pemimpin paling penting dalam sejarah NATO,” yang dijadwalkan berlangsung pada Juli di Ankara.

Ia juga mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump merasa kecewa dengan respons sejumlah sekutu NATO terhadap operasi militer AS di Timur Tengah.

“Semua itu terdokumentasi dengan baik. Itu harus dibahas. Itu tidak akan langsung diselesaikan. Itu akan dibahas hari ini, dan itu merupakan sesuatu yang perlu didiskusikan di tingkat para pemimpin,” ucap Rubio.

Pada 1 April, Trump mengatakan bahwa dirinya serius mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari NATO setelah para sekutu menolak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Ia menyatakan tidak lagi memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah negara-negara Eropa menolak seruannya untuk mengirim kapal perang ke jalur perairan strategis tersebut.

Pada 9 April, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan beberapa anggota aliansi “agak lambat” dalam mendukung kampanye militer AS terhadap Iran karena mereka tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya dari Trump.

Namun, Rutte menambahkan bahwa hampir semua sekutu kini telah memberikan dukungan yang diminta Washington.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Rubio: Ada sedikit kemajuan soal Iran dan Hormuz

Baca juga: AS: Pengayaan uranium masih jadi agenda perundingan damai dengan Iran

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |