Washington (ANTARA) - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran bisa kembali digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad, paling cepat pekan depan, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Jumat (9/5).
Mengutip sejumlah sumber, laporan itu menyebutkan kedua pihak bersama mediator berupaya merumuskan nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin yang akan menetapkan kerangka perundingan selama sebulan untuk mengakhiri perang.
Rancangan dokumen itu akan mencakup pembahasan soal program nuklir Iran, meredakan ketegangan di Selat Hormuz, dan kemungkinan penyerahan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain, meski sejumlah isu utama belum terselesaikan.
Laporan itu menyebut tingkat pengurangan sanksi terhadap Iran masih menjadi perdebatan dan berpotensi menghambat negosiasi.
Jika perundingan mencapai kemajuan, masa satu bulan awal tersebut bisa diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
Ketegangan meningkat di kawasan itu setelah AS-Israel pada 28 Februari melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian melancarkan serangan balasan.
Perang tersebut mengakibatkan gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak dan gas dunia.
Pada 8 April, gencatan senjata disepakati dengan mediasi Pakistan, tetapi tahap pertama perundingan damai di Islamabad pada 11 April gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.
Namun, sejak 13 April, AS telah memblokade lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis itu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PM Irak tawarkan mediasi Iran-AS di tengah ketegangan
Baca juga: Perundingan AS-Iran jalan di tempat, Selat Hormuz makin jadi taruhan
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































