Anggota DPR sebut kampung wisata berpotensi dongkrak ekonomi lokal

2 hours ago 3

Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Novita Hardini, menilai keberadaan kampung-kampung tematik di Surabaya, Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Saya melihat banyak peluang ekonomi yang bisa berdampak langsung bagi masyarakat. Di sini bukan hanya ada aktivitas membatik, tetapi juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor kopi dan kuliner yang digerakkan oleh warga setempat,” kata Novita, di Surabaya, Selasa.

Saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, ia mengatakan bahwa pengembangan desa wisata yang berangkat dari inisiatif masyarakat akan memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus membantu pemerintah daerah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menilai, desa wisata tidak hanya dinilai dari keindahan lingkungan, tetapi juga dari aktivitas kreatif yang mampu memberikan pengalaman langsung bagi wisatawan, seperti belajar membatik atau mengenal produk UMKM.

Baca juga: Menteri LH ingatkan konsistensi pengelolaan lingkungan di perkotaan

Novita juga mengungkapkan bahwa pengunjung Kampung Batik Okra di Surabaya tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga dari luar daerah hingga mancanegara.

“Mayoritas pengunjung justru dari kampus dan sekolah di Jakarta, bahkan ada wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” katanya.

Komisi VII DPR, lanjut Novita, mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan desa-desa wisata yang telah mendapat pengakuan nasional agar mampu membawa nama Indonesia di tingkat global.

Menurut dia, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca juga: Anggota DPR minta lembaga pendidikan terhubung dengan sektor industri

Sementara itu, Pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono menegaskan jika kampung batik ini didirikan dengan fokus pelestarian budaya batik dengan sekala kecil atau wilayah RW.

"Kami fokusnya pada pelestarian budaya, sehingga urusan omset atau pendapatan itu nomor dua, mungkin ke depan baru bisa diarahkan ke sana (industri)," tutur pria yang juga Ketua RW 1 Kampung Pancasila Kranggan Bubutan Surabaya ini.

Menurutnya produk kampung batik ini sudah beredar di hampir semua benua dan sebagian besar daerah di Indonesia.

Pewarta: Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |