Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
"Kalau sudah jutaan warga terpapar asap, persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana memadamkan api, melainkan bagaimana memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Ranny, dikutip di Jakarta, Senin.
Menurut dia, Kemenkes perlu memastikan puskesmas dan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak karhutla memiliki tenaga medis, obat-obatan, serta dukungan pelayanan yang cukup untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
“Kemenkes harus memastikan fasilitas kesehatan di daerah siap menghadapi peningkatan keluhan pernapasan,” ujar dia.
Diketahui, dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat mulai menunjukkan peningkatan. Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terpapar langsung asap karhutla.
Baca juga: Wamenko: Penanganan karhutla harus sejalan perlindungan kesehatan
Berdasarkan data Kemenkes per 21 Agustus 2026, tujuh provinsi yang terdampak meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam provinsi di antaranya juga telah menetapkan status siaga darurat bencana.
Ranny juga menyoroti data Kemenkes mengenai peningkatan kasus ISPA cukup signifikan di sejumlah daerah. Di Kalimantan Tengah, kasus ISPA meningkat dari 402 kasus menjadi 716 kasus dalam satu pekan, atau naik 78,1 persen.
Sementara di Kalimantan Barat, tercatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026, dengan lonjakan antara lain dilaporkan di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Selain ISPA, masyarakat terdampak juga mengalami keluhan asma dan iritasi akibat paparan asap.
“Angka kenaikan ISPA di Kalimantan Tengah harus menjadi perhatian serius. Kita tidak boleh menunggu masyarakat datang dalam kondisi sudah berat. Deteksi dan penanganan sejak gejala awal harus diperkuat, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan,” kata Ranny.
Baca juga: 3 juta orang terpapar asap karhutla, Kemenkes imbau warga pakai masker
Ranny mengapresiasi langkah Kemenkes yang telah memobilisasi 314 tenaga kesehatan, terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog, dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Menurut dia, dukungan tersebut perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































