Jakarta (ANTARA) - Akulaku Group menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.
Bantuan tersebut berasal dari tiga perusahaan dalam Akulaku Group, yakni PT Akulaku Silvrr Indonesia, PT Akulaku Finance Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk.
“Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” kata Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia Edy Salim dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.
Bantuan diserahkan secara simbolis di Kantor Baznas RI, Jakarta, pada 10 September 2026 dan akan didistribusikan melalui jaringan kemanusiaan lembaga tersebut berdasarkan kebutuhan prioritas yang teridentifikasi di wilayah terdampak.
Akulaku Group diwakili oleh Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia Herryson,Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia Edy Salim, serta Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Tbk Adrian Soewardjo.
Bantuan akan digunakan untuk pengadaan dan pendistribusian bahan pangan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat terdampak.
Menurut Edy, keterlibatan dunia usaha dan lembaga kemanusiaan dapat memperkuat upaya bersama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana dan menjalani proses pemulihan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung mereka dalam menjalani proses pemulihan,” ujarnya.
Baznas RI mengatakan akan mengoordinasikan penyaluran bantuan melalui jaringan kemanusiaannya, termasuk untuk menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses.
Penyaluran akan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan agar bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan sesuai kondisi masing-masing wilayah terdampak.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer (km) timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 km.
BMKG menyatakan gempa dangkal tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB pada hari yang sama.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 51.591 dari 102.384 rumah yang masuk pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak telah melalui proses verifikasi dan validasi hingga 7 September 2026.
Dari jumlah yang telah diverifikasi tersebut, sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan, sedangkan data masih bersifat dinamis seiring berjalannya proses verifikasi.
Baca juga: Akulaku Finance kantongi pendanaan Rp500 miliar dari Danamon
Baca juga: Akulaku Finance dukung proses hukum dugaan kecurangan di Baubau
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































