Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor menyatakan perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan meningkat sebesar 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8,2 triliun pada tahun ini.
“Kami tetap menargetkan pertumbuhan double digit, yaitu sebesar 12 persen, atau pembiayaan baru mencapai Rp8,2 triliun (pada 2026)," ucap Perry Barman Slangor di Jakarta, Kamis sore (5/3).
Untuk merealisasikan target pertumbuhan tersebut, perseroan telah mencanangkan sejumlah strategi utama, salah satunya memanfaatkan inovasi dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia mengatakan, perseroan berupaya untuk optimalisasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam penilaian kelayakan kredit konsumen (credit scoring).
"Sistem credit scoring ini mampu untuk memitigasi risiko dan juga membantu kami untuk memperluas penyaluran yang lebih sustainable (berkelanjutan) dan lebih sehat," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan integrasi AI dan deepfake verification dalam sistem verifikasi wajah (face recognition) untuk mendeteksi profil nasabah secara seketika (liveness), sekaligus menekan potensi penipuan siber (scam).
Perry menyampaikan, strategi lainnya untuk mencapai target pembiayaan tersebut adalah dengan melakukan ekspansi bisnis ke berbagai wilayah baru yang potensial di luar Pulau Jawa, terutama di kota-kota tier 2 dan 3 nasional.
Ia mengatakan, saat ini 68 persen bisnis perseroan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara baru 32 persen yang tersebar di luar Pulau Jawa.
Ia menyatakan, pihaknya menargetkan pendalaman pasar ke Pulau Sumatera serta kawasan timur Indonesia agar distribusi pembiayaan lebih merata.
Meskipun demikian, Perry menyoroti adanya sejumlah tantangan dalam upaya ekspansi tersebut, terutama dengan adanya perbedaan gaya hidup masyarakat serta kekuatan daya beli masyarakat yang selama ini memang masih lebih tinggi di Pulau Jawa.
Untuk mempersiapkan ekspansi bisnis tersebut, ia mengatakan perseroan juga aktif mendiversifikasi pendanaan melalui kemitraan bersama 16 institusi perbankan, salah satunya Maybank, Superbank, Sampoerna, J-Trust Bank, hingga Hana Bank.
“Dan kami berupaya untuk terus mendiversifikasi kami, dan bahkan kami mencoba untuk even explore potential possibility (menjajaki kemungkinan potensial) untuk melakukan offshore borrowing (pendanaan dari luar negeri) juga,” ujarnya.
Baca juga: Akulaku Finance salurkan pembiayaan Rp7,44 triliun sepanjang 2025
Baca juga: Akulaku perluas jangkauan pembiayaan ke jaringan ritel modern
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































