Airlangga: Ekonomi RI siap "lepas landas" menuju ekonomi 8 persen

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam dua tahun ke depan, Indonesia siap lepas landas menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sehingga memerlukan reformasi struktural yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Seperti pesawat, kita pernah mau take off di tahun 1998 tetapi ada gangguan internasional,” kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

Menurutnya, target ini bisa dicapai dengan mengoptimalkan mesin pertumbuhan seperti belanja pemerintah dan belanja masyarakat, investasi pelaku usaha, serta peran Danantara yang harus bergerak harmonis dan saling mendukung.

Selain itu, mesin pertumbuhan juga didukung oleh kebijakan yang terprediksi dan sistem keuangan, baik bank maupun pasar finansial yang lebih dalam. Pemerintah juga mengoptimalkan kinerja ekspor seiring dengan dibukanya ekspor ke banyak negara.

Baca juga: Airlangga: Ekonomi RI tumbuh 5,39 persen, tertinggi di G20

“Di sektor tekstil saja, kalau kita buka semua dalam 10 tahun ke depan, diperkirakan bisa meningkat 10 kali, Pak Presiden, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi,” kata Airlangga kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dengan landasan investasi yang kuat, penyederhanaan birokrasi, serta penegakan hukum yang konsisten sebagaimana diarahkan Presiden, Airlangga meyakini Indonesia memiliki fondasi kokoh untuk mencapai fase lepas landas ekonomi.

Di tengah perlambatan global dengan pertumbuhan dunia yang stagnan, Indonesia di antara negara-negara G20 mencatat pertumbuhan tertinggi kedua pada kuartal keempat 2025 setelah India, dengan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 5,11 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid, didukung stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |